Pasca mengikuti seleksi hingga detik-detik menjelang pengumuman, mantan Asisten II Pemkot Samarinda itu mengaku sempat was-was. Kemudian saat pelantikan Rabu (5/7) siang, ia sempat gembira kala banyak rekan dan sesama pejabat memberikan ucapan selamat.
“Tapi malam hari saat menjelang tidur dan sampai sekarang, saya justru mulai takut. Bukannya takut terhadap apa. Saya takut jangan sampai ekspektasi orang terhadap saya begitu tinggi. Khawatirnya saya tidak bisa memenuhinya, sehingga justru memunculkan kekecewaan. Tapi insya Allah saya akan memberikan yang terbaik demi menjaga kepercayaan ini,” ungkapnya.
Ia juga meminta kepada semua pihak untuk bisa bersama bergandengan tangan demi menyukseskan agenda pembangunan di Kota Samarinda. Termasuk para pejabat yang sebelumnya telah menjadi saingannya saat mengikuti seleksi.
“Apa aspirasi yang telah disampaikan kepada para calon sebelumnya, mari sampaikan ke saya. Karena kita semua sama, tidak ada bedanya. Termasuk dalam hal pergaulan. Semuanya akan kita akomodir, sepanjang itu tidak bertentangan dengan masalah hukum,” tegas Sugeng.
Sementara Mantan Plt Sekda Kota Samarinda, Hermanto juga menyampaikan ucapan terimakasih atas kepercayaan yang telah diberikan Walikota selama 15 bulan belakangan. Dengan dilantiknya Sugeng, maka Hermanto yang juga pejabat senior di lingkungan Pemkot Samarinda yang hampir mendekati masa pensiun itu secara otomatis kembali menempati jabatan sebagai Asisten I Pemkot Samarinda.
“Saya hanya menitip pesan kepada pejabat baru, jangan takut akan kebenaran. Karena jika kita takut, justru kita yang akan jadi korban. Kepada semua pejabat, saya mohon maaf bila selama menjabat, ada hal yang kurang berkenan,” pinta Hermanto.
Sementara Walikota Samarinda, Syaharie Jaang mengaku memiliki pertimbangan khusus untuk memilih setiap pejabat. Termasuk jabatan Sekda Kota Samarinda kini. Sugeng memang dinilai memiliki kapabilitas yang tepat untuk menduduki jabatan dimaksud. Ia berpesan agar kedepan Sekda bersama jajaran pejabat hingga Camat dan Lurah lebih tertib dalam hal administrasi. Karena sekecil apapun kesalahan administrasi, bisa berpotensi terhadap persoalan hukum.
“Terutama masalah tanah. Saya minta supaya diteliti betul. Sekali lagi, Walikota tidak mungkin bisa bekerja sendiri tanpa dibantu para pejabat terkait,” pesan Walikota dalam arahannya. (ms/*)