Pj Walikota Samarinda Zairin Zain mengatakan akan segera memerintahkan instansi terkait seperti Dinas PUPR dan Disperkim untuk menindaklanjuti polemik longsor di TPU yang meresahkan masyaralat tersebut.
“Nanti saya minta instansi terkait untuk meninjau dan memantau kondisi terkini pemakaman tersebut. Apalagi saya dengar kain kafan dipemakaman sempat keluar akibat longsor tersebut,” ujarnya.
Disinggung, kerap dicoret pengajuan anggaran penurapan di pemakaman. Zairin menegaskan pencoretan atau penghapusan tersebut bukan hal disengaja. Sebab untuk anggaran pembenahan makam tidak diperkenankan di APBD.
“Untuk perbaikan itu dari kesadaran dan keinginan masyarakat. Diperoleh dari swadaya masyarakat sekitar,” terangnya.
Sebelumnya, Kabid Pertamanan dan Pemakaman Disperkim Samarinda, Erminawaty menuturkan memang setiap pengajuan untuk penurapan, perbaikan pemakaman kerap dihapus atau dicoret.
“Alasannya kurang tahu, karena sebelumnya sudah diajukan tetapi dicoret. Itu yang saya terima laporan dari terdahulunya, sebelum ditugaskan disini,” ucap Ermin.
Untuk itupun, dirinya akan mencoba kembali mengusulkan di anggaran tahun depan, mengingat adanya musibah longsor yang terjadi dipemakaman beberapa hari lalu.
Anggaran yang diajukan sendiri mencapai kurang lebih Rp 1 miliar. Ini untuk semua TPU yang ada, untuk dibangunkan penurapan.
“Kurang lebih anggaran yang dibutuhkan, untuk penurapan semua TPU yang ada,” tuturnya. (sn318)