Setiap tahun, kata dia, umat Budha melaksanakan Waisak itu mengenang 3 peristiwa penting. Yakni momentum dimana umat Budha mengenang kelahiran Sang Budha, Sang Budha mencapai pencerahan sempurna, dan Sang Budha mencapai Maha Parinibbana. Hal tersebut merupakan catatan dalam sejarah umat manusia, dimana ada manusia bernama Sidharta Gautama yang tanggal lahirnya, tanggal mencapai pencerahan sempurnanya dan tanggal mencapai Maha Parinibbananya jatuh pada tanggal dan bulan yang sama, makanya di sebut Trisuci Waisak.
“Detik waisak itu tidak bicara angka, kalau kita mau melihat secara dalam, detik waisak itu sebenarnya lebih kiasan, momentum sang Budha mendapatkan pencerahan itu yang disebut detik waisak. Tahun ini pukul 21.00 lewat sekian, tahun depan berubah lagi, detik waisak itu bagi kami adalah momentum dimana sang Budha melihat kebenaran. Itu yang kami katakan Dia Moksa, dia bebas kelahiran dan kematian dia keluar dari urusan dualisme antara ada dan tiada. Dia masuk dalam kondisi keIlahian,” paparnya.
Sebagai refleksi pelaksanaan ibadahnya, lanjut dia, umat Budha di masing-masing Majelis di Vihara akan melakukan mengelilingi vihara, menyalakan api suci, memandikan patung rupang Sang Budha, dan lainnya. Hal itu dilakukan dalam rangka agar umat Budha kembali pada kesucian yang hakiki. Karena umat Budha meyakini, manusia datang dari tiada dan nanti kembali ke ketiadaan, umat Budha menterjemahkan dengan mengimani ini.
“Kalau di Budhis Center sendiri, tanggal 29 malam kita akan dengarkan khutbah dharma, kita akan puja bhakti bersama, kita akan tambah sujud untuk Indonesia, ada doa khusus untuk keselamatan bangsa. Lalu renungan suci waisak, dan pemandian Pratima Sang Budha, rangkaian dari jam 7.15 sampai 9.30 malam, menuju detik-detik Waisak, kita menunggu masa dimana kita menuju kontemplasi,” tukasnya.
Sejumlah kegiatan yang masuk dalam rangkaian perayaan Tri Suci Waisak, juga sudah dan akan digelar oleh Maha Vihara Sejahtera Maitreya Sejahtera Budhis Center Samarinda. Setiap tahun menjelang puncak perayaan Waisak ada banyak kegiatan yang dilakukan umat Budha. Sebut saja membersihkan Taman Makam Pahlawan Samarinda, beberapa waktu lalu. Misalnya donor darah dan bermacam kegiatan sosial lainnya.
“Secara internal masing -masing Vihara dan masing -masing Majelis juga melakukan kegiatan penghayatan Dharma. Kita sebut sebulan penghayatan dharma. Pada puncak peryaan waisak setiap Vihara juga melaksanakan Puja Bahkti. Tahun ini waisak diadakan Dharma Shanti Waisak, itu adalah semua majelis Budha berkumpul dan melaksanakan kegiatan yang penuh dengan keakraban dan pembacaan kitab suci, akan dilaksanakan 10 Juni di Budhis Center,” urainya.
Sementara momentum perayaan Waisak yang bertepatan dengan Ramadhan, Budhis Center Samarinda juga akan menggelar kegiatan buka bersama, juga pemberian santunan berupa paket bantuan kepada anak yatim dan dhuafa sebanyak 300 paket, yang akan dilaksanakan pada 3 Juni mendatang.(rs)