Simpati dengan serangkaian kejadian tersebut, membuat anak muda dari beberapa komunitas itupun berkumpul bersama-sama mendoakan agar Indonesia tetap menjaga persatuan dan kesatuan.
Ketua Umum Komunitas Sosial Solidaritas Samarinda Tanpa Batas (Solsam), Usamah Ahmad Syahid mengatakan aksi solidaritas yang dilakukan merupakan kegiatan spontan dari kalangan muda Kota Tepian.
“Kami mengutuk semua bentuk kekerasan dan aksi terorisme yang mengatas nama apapun termasuk atas nama agama,” ucapnya.
Kata dia lagi, ini juga merupakan kegiatan silahturahim antarumat beragama dan menyerukan kepada masyarakat luas untuk mengajarkan kehidupan bertoleransi, menyebarkan pesan perdamaian terutama kepada anak-anak.
“Kejadian aksi terorisme di Surabaya sungguh sangat disesalkan menggunakan anak sebagai alat untuk melakukan aksi teror. Untuk itu kami berharap orangtua dalam keluarga dapat mengajarkan toleransi kehidupan,” imbuhnya.
Sementara dalam doa bersama yang dipimpin oleh Ketua Umum Forum Antar Umat Beragama Peduli Keluarga Sejahtera dan Kepedudukan (Fapsedu) Kaltim, Agus Purnama berharap seluruh lapisan masyarakat di Kaltim, khususnya Samarinda dengan berbagai komunitas agama untuk bersatu. “Menjaga persatuan dan kesatuan, tidak mudah terprovokasi dengan aksi - aksi terorisme,” tambah Agus. (sn318)