Tepat di simpang empat, dari arah Jalan Pusaka, muncul sebuah mobil berwarna putih yang belum diketahui jenis dan nomor polisinya. “Saat berada di simpang empat, truk menabrak mobil putih itu,” kata Slamet (60), pemilik warung kopi yang ditabrak truk.
Usai menghantam mobil berwarna putih, truk langsung terbalik ke kiri lalu menabrak motor milik Slamet yang terparkir di sebelah kanan warung kemudian menabrak warung kopi. “Jadi, saya saat itu lagi menggoreng gorengan, di dalam warung ada tiga orang pembeli yang lagi ngopi. Begitu saya lihat tabrakan dan truk terbalik lalu mengarah ke warung, kami langsung berlarian ke luar dari warung,” papar Slamet.
Akibat kejadian itu, motor dan warung kopi tempat Slamet berjualan mengalami keruskaan yang cukup parah. Slamet mengaku mengalami kerugian sektar Rp15 juta. “Kalau motor sama warung ini ada Rp15 juta kerugian, saya minta ganti rugi,” bebernya.
Sementara itu, sopir truk bernama Takbir (27) tampak tidak mengalami luka apapun dalam kejadian itu. “Setelah menabrak mobil, truk langsung terbalik,” kata Takbir. Ia menyebutkan, truk tersebut bermuatan 160 sak pupuk dengan berat 8 ton. “Pupuk itu saya muat dari Bontang, saya berangkat tadi malam,” bebernya.
Sejumlah aparat kepolisian dari Polsekta Sungai Kunjang dan Satlantas Polresta Samarinda datang ke Tempat Kejadian Perkara (TKP). Polisi masih menyelidiki mobil yang terlibat kecelakaan dengan truk tersebut. Informasi yang beredar, terdapa korban luka di dalam mobil tersebut. “Informasinya ada penumpang yang luka, jadi mobil itu mengantar ke rumah sakit,” beber PS Kanit Sabhara Polsekta Sungai Kunjang, Ipda I Nyoman Sumerta, ditemui di TKP. (dor)