“Perbulannya kan insentifnya Rp 700 ribu. Ini karena anggaran Pemkot yang terbatas sehingga hanya mampu segitu saja,” ujar Kepala Dinas Pendidikan Samarinda, Akhmad Hidayat, Selasa (24/4).
Untuk insentif triwulan pertama ini, Disdik Samarinda menggelontorkan pencairan anggaran guru honorer negeri sebanyak Rp 4 miliar sedangkan untuk guru honorer swasta sebanyak Rp 9 miliar. Sementara anggaran per tahun, untuk guru honorer negeri dianggarkan sebesar Rp 21 miliar pertahun dan Rp 41 miliar.
Disinggung, untuk pencairan triwulan kedua diperkirakan pada Juni mendatang. Ia mengaku belum bisa memastikan apakah pencairan dilakukan sebelum atau sesudah lebaran. Namun, dirinya berkeyakinan pihak pusat pasti sudah mempertimbangkan hal ini. “Ya, kita doakan saja sebelum lebaran pencairan triwulan kedua bisa terlaksana. Apalagi jika dari pihak BPKAD meminta sebelum lebaran data verifikasi jumlah tenaga pendidik tidak tetap kita selalu siap,” jelasnya.
Senada yang disampaikan oleh Kasubag Keuangan Disdik Samarinda, M Badui Ismail yang menambahkan saat ini juga dirinya tengah melakukan koordinasi dengan Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) karena yang mempunyai kewenangan. “Artinya BPKAD yang memiliki kebijakan apakah insentif ini dikeluarkan diawal bulan Juni atau setelah lebaran. Kita menunggu konfirmasi saja dari BPKAD. Bulan depan pun kami sudah menyiapkan data untuk diusulkan mengenai insentif guru honorer tersebut,” tambahnya. (sn318)