Namun ia sedikit membocorkan, seluruh bantuan dari donatur berasal dari perusahaan dan swadaya masyarakat. Hanya saja, bentuk bantuan tersebut tidak berbentuk uang dan kegiatan ini sudah berjalan sejak 2013 lalu.
“Saya kan baru dilantik 2012 makanya saya baru mempelajari zona wilayah seberang ini seperti apa. Karena bantuan berbentuk uang dikhawatirkan menimbulkan rasa tidak percaya, makanya pembangunan Ruslani ini murni berasal dari bahan bangunan untuk membedah rumah,” tegasnya.
Ansarulah juga mengatakan, bahan bangunan yang digunakan dalam pembangunan ruslani merupakan bahan bangunan bekas.
Sehingga, masyarakat pun dapat memberikan bahan bangunan yang masih layak pakai tanpa harus mengeluarkan uang sumbangan.
“Bisa saja ada warga yang memiliki bahan banguna berlebih dapat menyumbang pembedahan rumah. Yang terpilih itu pun merupakan warga yang kami anggap benar-benar tidak mampu,” jelasnya.
Terpisah Walikota Syaharie Jaang langsung mengunjungi kediaman Sudarmi bersama istrinya Puji Setyowati.
“Ini sangat membantu program pemerintah ditengah defisit anggaran. Memang dalam situasi sulit seperti ini perlu ada kepedulian dari masyarakat terhadap sesama. Semoga dapat menjadi percontohan bagi pihak lainnya,” ujar Jaang dalam pidato.
Sementara itu rasa terharu pun ditunjukkan oleh Sudarmi yang saat itu dikunjungi oleh orang nomor satu di Samarinda.
“Saya sangat bersyukur dapat bantuan bedah rumah ini. Semoga pemerintah kedepannya dapat lebih peduli terhadap masyarakatnya terlebih kepada warga yang tidak mampu lainnya,” singkat Sudarmi. (ms)