Hal itu dibenarkan Pejabat Walikota Samarinda Zairin Zain. Ia mengakui, bahwa PDAM sudah memberikan break even point kepada pemerintah , selain mendapatkan penyertaan modal dari pemerintah.
“Iya PAD dari sekotr non eksplorasi seperti PDAM ini kan sangat kita harapkan, karena dana bagi hasil (DBH) kita sedang tuurn,” katanya.
Namun demikian, ia menyebut meski secara kinerja dan sumbangsih ke Pemkot Samarinda sudah baik, beberapa catatan juga perlu ditindak lanjuti. Diantaranya mengenai kelangsungan sumber air baku, serta perluasan jangkauan pelayanan.
“Dari sisi cakupan akan mengevaluasi daerah yang belum teraliri. Mengenai sumber air baku yang dijaga untuk jangka panjang, karena banyak sumber air baku yang perlu kita jaga. Sasaran sudah 96 persen kita tinggal membenahi yang belum kita capai,” paparnya.
Sementara itu Direktur Utama PDAM Tirta Kencana Kota Samarinda Alimudin mengaku belum bisa memastikan berapa angka sumbangan PDAM ke PAD. “Belum, karena belum ada hasil audit secara menyeluruh, nanti kalau sudah ada hasil resmi berapa modal keseluruhan dan berapa keuntunganya kan enak menghitung berapa prosesntase pajak nya atau PADnya. Tahun ini kita syukur kalau bisa Rp2 miliar,” urainya. (rs)