“Dua kandidat akan mengambil formulir di hari pertama. Meski keduanya diwakilkan tim sukses masing-masing, namun saat pengembalian formulir, diharapkan para kandidat yang hadir,” kata Heri.
Dengan modal 4 kursi di Karang Paci (nama kawasan lokasi Kantor DPRD Kaltim), Hanura Kaltim memastikan bahwa mereka tidak menentukan nominal mahar bagi bakal calon yang hendak mendaftar.
“Kebijakan tanpa biaya pendaftaran sudah menjadi keputusan bersama pengurus. Kami ingin menghilangkan stigma negatif. Selain itu, Hanura ingin menjaring lebih banyak bakal calon, sehingga lebih banyak pilihan sekaligus memberi peluang bagi calon yang memiliki potensi dan dukungan untuk mencalonkan diri, tapi terkendala dana,” jelas Hadi.
Hadi membeber tahapan penjaringan bacagub dan bacawagub Hanura Kaltim usai pendaftaran, akan dilanjutkan penyampaian visi dan misi dihadapan ketua dan pengurus DPD, DPC Hanura se-Kaltim yang dijadwalkan berlangsung Agustus. Penyampaian visi dan misi akan menyesuaikan kesiapan dan waktu luang bakal calon.
“Setelah itu, pada September akan dilakukan survei elektabilitas internal dan eksternal untuk calon yang mendaftar di Hanura. Hasilnya, akan diputuskan sesuai hasil perundingan tim dan pengurus, akan menetapkan masing-masing dua nama untuk disampaikan ke DPP Hanura,” bebernya.
Disinggung pendaftaran yang lebih lambat dibanding parpol lain di Kaltim, Hadi meluruskan bahwa keputusan membuka pendaftaran menunggu arahan DPP Hanura, selain itu dibarengi koordinasi dan komunikasi intensif.
“Hanura ingin buka pendaftaran lebih awal, tapi melihat situasi dan kondisi yang berkembang, dan hasil koordinasi ke DPP seraya menunggu arahan DPP. Akhirnya, diputuskan pada bulan Juli sebagai bulan baik,” tambahnya. (ca)