Ia berdalih jika belum dikemukakannya ke publik nama Sekkot tersebut, mengingat Surat Keputusan (SK) hingga tadi malam belum juga ia tandatangani.
“Sampai saat ini (tadi malam), SK nya belum ditandatangan, tunggu saja besok pagi (hari ini),” tutur Jaang singkat.
Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Samarinda Arliansyah sebelumnya juga pernah menyampaikan jika dirinya menyerahkan segala keputusan kepada walikota dua periode itu.
“Karena semua proses penyeleksian tahapan sudah dilalui, kami tinggal menanti keputusan dari walikota saja sebagai pemegang hak prerogratifnya,” terang Arli.
Untuk diketahui proses seleksi jabatan Aparatur Sipil Negara (ASN) tertinggi ini telah dilakukan sejak April 2017 lalu. Namun hingga usai lebaran Idul Fitri ini, jabatan Sekkot Samarinda masih diisi oleh Pelaksana tugas (Plt).
“Ya selama belum ada penunjukan sekkot secara resmi, jabatannya masih diisi oleh Plt,” tegas Arliansyah.
Sementara itu tiga calon Sekkot yang terpilih berdasarkan nilai terbaik dari hasil penyeleksian tim pantian seleksi (pansel), yaitu Kepala Bappeda Samarinda Asli Nuryadin, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Samarinda Endang Liansyah dan Asisten II Setkot Samarinda Sugeng Chairuddin hanya bisa pasrah kepada walikota.
“Kata Pak Wali kan habis lebaran, ya ditunggu saja. Kalau saya kan sebagai kandidat jadi saya hanya bisa menunggu saja,” kata Sugeng. Sementara dua kandidat lainnya (Asli Nuryadin dan Endang Liansyah) juga mengungkapkan hal yang senada dengan Sugeng. (ms)