“Sudah sering kita keluhkan ke Pak RT hingga Kecamatan. Bahkan sudah dimasukan dalam usulan Musyawarah Perencanaan dan Pembangunan (Musrenbang) tingkat kecamatan tapi sampai sekarang belum ada kabarnya,” ucap Aras, salah satu warga setempat.
Lanjut dia, selama belum ada lanjutan perbaikan jalan tersebut. Terkadang warga bergotong royong menutup sebagian lubang dengan tanah atau batu.
“Jalan ini kan masih ada sebagian yang berlubang jadi kami berinisiatif menutup. Hal ini untuk menghindari warga yang kerap terjatuh,” katanya.
Ia pun berharap kepada pemerintah untuk cepat menanggapi keluhan masyarakat. Terutama jalan ini selalu dilalui kendaraan yang keluar masuk menuju Jembatan Mahkota II.
“Berharap segera diperbaiki. Inikan jalan utama menuju Jembatan Mahkota II, sudah terjebak macet di Jalan Otto Iskandardinata di persimpangan pun terkena macet karena badan jalannya sempit ditambah rusak pula,” pungkasnya.
Senada diungkapkan Masran, warga Jalan Lumba-lumba itu pun mengeluhkan dan mempertanykan kapan ada kelanjutan perbaikan di jalan pendekat menuju Jembatan Mahkota II tersebut.
“Saya sering lewat Jalan Sultan Alimuddin, karena setiap pagi saya mengantar dagangan di pasar sungai dama. Di jam kerja tersebut disini macet karena warga harus pelan – pelan melintas melewati lubang yang ada,” tambah Masran. (sn318)