Saat ditemui Camat Samarinda Syamsu Alam membenarkan jika hingga kini masih ada sebagian pedagang yang “bandel” masih tetap berjualan dijalur yang tak diizinkan. Tetapi, pihaknya selalu memantau dan menegur secara langsung.
“ Mereka (pedagang, red) tersebut sudah kita berikan arahan. Bahkan, kami sudah menjelaskan perwali larangan berjualan di jalur hijau. Ya, bisa dilihat aja tidak digubris ucapnya.
Mantan Camat Utara itupun mengatakan untuk penertiban pihaknya menyerahkan kepada instansi terkait untuk mengatur sesuai peraturan daerah (Perda) yang berlaku. Pasalnya pihak kecamatan sudah mengimbau.
“Pihak kecamatan siap mendukung dan berkoordinasi. Karena ini untuk ketertiban dan mengurangi tingkat kemacetan serta kekumuhan,” terang Syamsu.
Bahkan, pasar tradisional sudah disediakan. Tetapi sebagian pedagang lebih memilih berjualan ditempat yang dilarang. Walaupun kerap diingatkan dan ditegur oleh pihak kecamatan.
“Kemungkinan faktornya para pedagang tersebut lebih suka berjualan ditempat tersebut. Ya, kalau boleh memberi saran boleh saja mereka berjualan tetapi pada subuh saja. Kemudian mereka berpindah ke pasar yang disediakan sehingga terlihat rapi dan bersih tidak kumuh,” paparnya. (sn318)