Sehingga menurutnya, pemerintah perlu memberikan perhatian khusus untuk meningkatkan kualitas hidup dan kemampuan bersaing dengan tenaga kerja baik regional, nasional maupun global.
Tak hanya itu, Awang juga menekankan selain pendidikan formal umum juga pendidikan formal kejuruan maupun vokasi kejuruan harus dapat didorong untuk mempercepat penyiapan SDM yang tepat sasaran.
“Selain itu, upaya meningkatkan tenaga kerja berkualitas dan berdaya saing juga perlu menjadi prioritas utama dalam pembangunan kualitas SDM. Diantaranya, perbaikan mutu sistem pendidikan, peningkatan kapasitas SDM melalui berbagai pelatihan. Termasuk diklat ataupun pembinaan yang sesuai dengan tuntutan (kebutuhan) pasar serta kemampuan dalam penguasaan teknologi untuk menciptakan tenaga kerja yang kreatif, inovatif dan berdaya saing tinggi,” urianya.
Ia pun membeberkan selama masa kepemimpinannya dalam dua periode sudah memasukkan unsur dalam peningkatan SDM.
“Sehingga kebijakan ini harus terus dilanjutkan bahkan ditingkatkan agar Kaltim memiliki daya saing tinggi. Bahkan seharusnya program BKC (Beasiswa Kaltim Cemerlang), Bosda (Bantuan Operasional Sekolah Daerah) dan insentif (sertifikasi) bagi guru menjadi upaya yang harus dilakukan pemerintah ke depan,” tutup Awang. (ms)