Meninjau jembatan, tak ketinggalan turut serta konsultan proyek, Taufik Reynaldi. Ia mengaku dibuat gusar hingga tak bisa tidur hingga Minggu (2/7) pagi.
Menerima ajakan pengecekan, Taufik Reynaldi bersama tim dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Samarinda memeriksa kondisi jembatan yang sudah dibangun sejak 14 tahun silam.
Tinjauan kali ini dipimpin oleh Asisten II Sugeng Chairuddin. Wali Kota Jaang dan wakilnya Nusyirwan Ismail sedang izin berada di luar kota.
Hingga memasuki siang hari, tim pemeriksa jembatan menyimpulkan Mahkota II dalam kondisi aman. Retakan yang muncul hanya overlap atau tumpang tindih cor jembatan. Kepastian ini diambil setelah pemeriksaan tim di badan jembatan. Tim yang tak mau kecolongan, melakukan penyusuran menggunakan drone untuk menangkap hasil gambar dengan resolusi tinggi.
“Makanya overlap itu seolah terlihat retak padahal itu hanya overlap dan itu tidak membahayakan. Makanya setelah tinjauan jembatan langsung kami buka lagi seperti biasa,” kata Taufik.
Hasil tinjauan Minggu kemarin, juga telah dilaporkan kepada Komisi Keamanan Jembatan Terowongan dan Jalan (KKJTJ). Sehingga Taufik pun menjamin gambar yang telah beredar di media sosial tak perlu ditanggapi secara berlebihan.
“Justru kami berterima kasih karena ada warga yang mengingatkan. Namun tidak perlu dibesar-besarkan karena sekarang sudah jelas tidak ada yang retak, kalau hanya overlap itu tidak masalah bukan gangguang struktur jembatan tapi estika (keindahan) jembatan saja yang berkurang. Nanti akan kami ingatkan kepada kontraktor agar segera dirapikan lagi,” jelasnya.
Sementara itu Asisten II Sekkot Samarinda, Sugeng Chairuddin menyampaikan hal serupa dengan Taufik.
“Jembatan akan dibuka seperti biasa dari jam 6 pagi hingga jam 6 sore karena berdasarkan hasil tinjauan tidak ada yang retak. Kalaupun ada yang sudah menyebarkan gambar Mahkota II yang seolah-olah retak ya biarkan saja, justru kami berterima kasih karena ada masyarakat yang peduli dengan pembangunan pemerintah,” pungkas Sugeng. (ms)