“Ada 10 titik dan ternyata sebagian besar jalan provinsi. Yang punya kota (Samarinda) hanya 3 titik dan itupun yang kecil-kecil,” ujarnya usai memimpin rapat pembahasan jalan berlubang yang digelar di Balaikota Samarinda, Selasa (6/2)kemarin.
Ia merinci, perbaikan untuk jalan yang berstatus milik nasional dan Pemprov Kaltim, akan dikoordinasikan lebih lanjut dengan pihak terkait. Ia mencontohkan, salah satu ruas jalan milik Pemprov Kaltim yang mendesak untuk diperbaiki adalah jalan poros Samarinda-Bontang, tepatnya di seputaran Kebun Raya Unmul Samarinda (KRUS), dan Jalan Siradj Salman. Ia tak menampik, bahwa koordinasi antar Pemkot dan pemprov perlu ditingkatkan, untuk pembahasan detailnya.
Disinggung mengenai urgensi pembahasan persoalan jalan tersebut, Nina mengaku tak ada hal tertentu yang melndasinya.
“Tak ada alasan khusus rapat ini digelar. Rapat seperti ini memang biasa digelar untuk memastikan jalan-jalan yang ada di Kota Samarinda aman untuk dilalui masyarakat,” tukasnya.
Ia membeber, pertemuan tersebut digelar dalam rangka menginventarisir, mana-mana saja jalan yang rusak dan akan ditentukan mana yang menjadi priroritas untuk dilakukan perbaikan, dengan tetap menyesauaikan kemampuan keuangan Pemkot.
Sementara untuk perbaikan yang sifatnya ringan, dengan kegiatan Sapu Lobang (Salob) jalan yang menjadi milik Pemkot Samarinda, Nina memastikan anggaran yang ada di Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) tersedia dan bisa segera dikerjakan. (rs)