Ia membeber, teknis pemindahan makam telah dilakukan sejak Senin lalu, dengan menggali kembali kuburan di pemakaman umum, Jalan Abul Hasan. Ia mengaku mendapat bantuan dari banyak pihak. Tak hanya dari pihak keluarga, namun juga dari kerbata beberapa instansi.
Prosesi pemakaman kembali dilakukan oleh jajaran TNI, Korem 091/Aji Surya Natakesuma (ASN), serta Kodim 0901/Samarinda, yang memimpin penghormatan terakhir kepada walikota yang disebut sebagai bapak pembangunan Kota Samarinda itu.
“Ini erat kaitanya dengan sejarah kota, masyatakat Samarinda punya tokoh yang membangun kota ini, dan beliau ini sosok yang tegas, saat memimpin pemerintahan maupun di lingkungan keluarga,” tukasnya.
Kadrie Oening yang namanya diabadikan menjadi nama salah satu jalan di Kota Tepian meninggal pada tahun 1989 silam. Merupakan Wali Kota ketiga Samarinda, sekaligus walikota dari kalangan sipil pertama. Menjabat dua kali dan dilantik sebagai walikota pada 8 November 1967 hingga 1980.
Sebelum menjabat sebagai Wali Kota Samarinda, M Kadrie Oening juga pernah menjadi Wedana yang diperbantukan di Balikpapan, menjadi camat di Sangkukirang, camat Samarinda Seberang, serta camat di Penajam Balikpapan, dan aktif dalam pergerakan politik jelang kemerdekaan.
Selain itu, M Kadrie Oening juga ditetapkan sebagai veteran pejuang kemerdekaan, yang tertuang dalam surat keputusan Menteri urusan veteran dan demobilisasi Nomor 12/K/kpts/MUV/10.61 tanggal 7 Juni 1961, dengan nomor pokok veteran 5579/N. Untuk itu, rasanya ia sangat layak untuk ditempatkan di TMP Kesuma Bangsa Samarinda. (rs)