Wawali Minta Setiap Kecamatan Data Produk Andalan
2 menit baca1.002 kali dibaca

SAMARINDA - Usaha Mikro Kecil dan Menangah (UMKM) di Samarinda yang terus didorong oleh Pemerintah Kota Samarinda terus mengalami peningkatan hasil dan usahanya. Akan tetapi juga masih ada kendala yang terjadi di lapangan seperti masalah kemasan ataupun kualitas hasil usaha.
Hal ini disampaikan Wakil Walikota Samarinda Nusyirwan Ismail pada Rapat Triwulan IV Evaluasi di Kota Samarinda yang dihadiri Asisten II, Staf Ahli Bidang Ekonomi, Kabag Ekonomi, kepala OPD terkait dan camat.
Dari laporan Bank Rakyat Indonesia (BRI) yang sudah mendapat kredit sampai dengan Desember 2017 sudah sekitar 21 Ribu orang. Sehingga bisa diartikan bahwa UMKM sangat menjanjikan dari segi hasil.
“Benar sekali seperti contohnya anak muda yang sekarang tidak canggung lagi menerjuni dunia usaha meskipun skala kecil misalnya menjual kuliner ataupun warung kopi ditepi jalan semakin berkembang tiap harinya di Samarinda, itu bisa membuktikan bahwa putaran ekonomi disana sangat baik dan menjanjikan,” ujarnya.
Ia menjelaskan, banyak hal yang bisa dilakukan UMKM agar tetap bisa berkembang. Ia mencontohkan hal yang paling dasar yakni kemasan. Menurutnya, kemasan haruslah inofatif dan menarik. Meskipun tetap harus sesuai batasan pornografi atau lainnya.
“Sebenarnya makanan yang dijual di mana – mana itu sama saja seperti kripik singkong baik beli di Samarinda ataupun di Surabaya sama saja akan tetapi yang membedakan adalah kemasan dan rasa yang membuat orang itu menjadi hapal ini produk mana karena rasa tidak bisa dibohongi dan lagi kalau kuliner memang perlu menonjolkan tematik seperti pedas mampus, rawon setan dan sebagainya karena orang semakin penasaran untik mencobanya. Dan untuk trik jualan pada era sekarang memang tidak bisa hanya mengandalkan cara konvensional saja. Karena kita ketahui bersama era digitalisasi sudah sangat smart jadi kecepatan sangat diperlukan, sekarang pesan makanan saja bisa lewat online yang tinggal klik saja sehingga tantangan kedepan seperti itu,” urainya.
Sedangkan untuk tiap kecamatan diharapkan selalu proaktif selalu mendata produk – produk andalannya untuk bisa dijadikan ciri khas daerahnya. Bisa saja nanti mewakili Kota Samarinda di expo – expo atau bisa mengikuti Festival UMKM.
“Kalau bisa tiap kecamatan disediakan etalase sebagai sampel produk unggulan daerahnya tetapi tidak melaksanakan transaksional karena tidak dibenarkan jadi kalau ada orang yang tanya langsung saja diarahkan ke alamat UMKMnya. Dan lagi Camat bisa lebih aktif mencari pemuda – pemuda yang belum mendapatkan pekerjaan bisa dibina agar bisa semakin kreatif, nanti kalau ada program Pemerintah pelatihan atau bimtek tinggal masukkan nama – nama yang masuk binaan,” tandasnya. (*/rs)









