Bupati Kutai Kartanegara (Kukar) ini menjelaskan, digunakannya tiga lembaga survei itu, sebab DPP juga menggunakannya. “Mereka (ketiga lembaga Survei) akan menyelesaikan surveinya pada bulan Juli 2017 mendatang, dan akan mengumunkan siapa Bacawagub yang tertinggi,” ujar Rita.
Baginya, survei tersebut tidak mutlak, sebab akan dibahas lagi bersama tim penjaringan, terkait prestasi, kemudian sosialisasi yang dilakukan ke 10 Bacawagub, dan juga dari tokoh-tokoh yang mendukung.
“Survei ini kan untuk 2 ribu suara saja, jadi kami juga tetap akan mendegarkan suara lain. Intinya survei itu adalah pegangan bagi kami, menurut survei ini loh yang tertinggi,” sebutnya.
Ke 10 Bacawagub yang sudah mendaftar ke Golkar, kata Rita yang menentukan adalah DPD Golkar, namun yang memberikan rekomendasi adalah DPP.
“Itu tergantung kami saja, kalau tim ingin mengirim satu orang, ya satu orang saja,” kata Rita.
Pada saat Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) di Balikpapan lalu, dirinya sempat bertanya kepada Sekretaris Jendral (Sekjen) DPP, Idrus Marhan bahwa yang memilih wakil itu siapa. Dan menurutnya, Partai Golkar lebih mempercayakan pada tim. Namun bagi dia tetap akan mengajukan tiga nama ke DPP.
“Kirim satu nama saja boleh, kalau kamu sudah mantap,” kata Rita menirukan perkataan Idrus Marhan. (sab)