Penyaluran Rastra Diklaim 100 Persen
2 menit baca750 kali dibaca
BALIKPAPAN - Badan Urusan Bulog (Bulog) Kaltimra mencatat penyerapan penyaluran beras Bulog program rastra atau beras sejahtera untuk kota Balikpapan mencapai 100 persen. Setiap bulanya, Bulog menyalurkan beras rastra sebanyak 95,6 ton lebih kepada 9.563 keluarga penerima manfaat (KPM).
Kabid Pengadaaan, Operasional dan Pelayanan Publik Bulog Kaltim- Kaltara Agung Setyabudi mengatakan, penyaluran beras rastra natura ini diberikan setiap enam bulan sekali. Dan Balikpapan, sudah disalurkan melalui kelurahan.
“Kami sudah salurkan semua untuk Balikpapan, dan sudah kita salurkan ke 100 persen warga tinggal kesiapan distribusi ke KPM. Itu kita kirim melalui kelurahan-kelurahan. Kemungkinan dari mereka mulai disalurkan 25 Januari (hari ini),” kata Agung.
Pada 2017 lalu, penyaluran sempat terlambat karena berkaitan dengan data penerima( KPM) termasuk kesiapan data dari pemerintah kabupaten kota. “Juga karena penetapan Pagu dari pusat terlambat juga. Tapi 2018 ini sudah disiapkan sejak akhir tahun lalu. Sehingga yang sudah disiap sudah bisa melaksanakan merealisasikan ke KPM,” jelasnya.
Agung mengungkapkan, Pagu beras rastra per KPM pada tahun 2018 ini jumlahnya menurun yakni hanya 10 kg per KPM. Sebelumnya tiap KPM menerima 15 kg dengan membayar uang tebus Rp1.600 untuk per kilogram. “Kalau 10 kg ini dia terima tanpa uang tebus. Jadi sudah ditanggung melalui APBN,” ungkapnya.
SOAL HARGA BERAS
Sementara dari Komisi II DPRD Balikpapan mengapresiasi kegiatan Komisi Pegawasan dan Persaingan Usaha, melakukan monitoring harga beras di sejumlah distributor besar di Balikpapan, Selasa (23/1) lalu.
Komisi II DPRD juga berencana pekan ini melakukan peninjauan perkembangan harga beras kesejumlah pasar.
“Dalam waktu dekat kami akan inpeksi ke lapangan. Kami akan berkoordinasi dengan Dinas Perdagangan dan Bulog untuk melakukan tinjauan ke pasar,” kata Wakil Ketua Komisi II DPRD Iwan Wahyudi, kemarin.
Meski menurutnya kondisi kenaikan harga beras, memang masih dalam batas toleransi. Namun diharapkan langkah-langkah pemerintah bisa meredam, termasuk melakukan operasi pasar Bulog untuk beras. Diakui masih ada stigma negatif mengenai kualitas beras Bulog. Karena itu butuh edukasi lebih jauh, bahwa saat ini beras Bulog sangat layak komsumsi. (din)










