“Kami kan sudah biasa berpolitik, saya kan sudah 5 kali maju biasa saja. Aman aja,” ujar Jaang ditemui usai menghadiri Upacara HUT Kota Samarinda di GOR Madya Sempaja Samarinda Senin (22/1) kemarin.
Secara umum, kata Jaang pekerjaan yang akan ditinggalkan nantinya akan diisi oleh Pejabat Pelaksana TUgas (Plt) Walikota. Ia yakin kalau nantinya roda pemerintahan di Kota Tepian tak akan terganggu.
Hal serupa diungkapkan Nusyirwan. Ditemui di lokasi yang sama, ia mengaku bahwa dirinya sangat menghormati Syaharie Jaang sebagai Walikota. “Hubungan kami sangat baik, buktikan hari ini buktikan kemarin-kemarin. Kami saling kompak nda ada masalah. Karena saya sangat menghormati beliau sebagai walikota,” tukasnya.
Di kontestasi Pilgub nanti, kata Nusy ia bahkan tak sepenuhnya berhadapan dengan Jaang. “Saya sebagai pendamping. Saya nanti maju juga bukan sebagai nomor satu. Jadi saya tidak head to head dengan beliau , yang head to head itu nomor satu,” paparnya.
Namun keduanya kompak mengimbau kepada semua Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk bersikap netral dalam momen Pilgub nanti. (rs)