Pasien Difteri yang Sembuh dan Pulang Bertambah
2 menit baca762 kali dibaca
SAMARINDA - Jumlah penderita suspect difteri di Samarinda terus mengalami penurunan. Sementara jumlah pasien yang sembuh dan sudah kembali ke rumah terus meningkat. Data Dinas Kesehatan Kota (DKK) Samarinda, setelah pada 18 Januari 2018 lalu, ada 44 penderita yang sudah pulang dan dinyatakan sembuh.
“Per Sabtu (20/1) sudah bertambah menjadi 47 orang,” ujar Kabid Promosi Kesehatan DKK Samarinda Deasy Evrianti.
Hal ini juga berdampak pada pasien yang dinyatakan positif dan negatif. “Untuk yang swab positif tanggal 18 masih 5 orang. Maka per 20 Januari sudah berkurang mnenjadi 3 orang saja. Begitu juga yang swab negatif. Dari yang tadinya 6 orang, menjadi 5 orang,” tuturnya.
Diberitakan sebelumnya, setelah menetapkan status Kejadian Luar Biasa (KLB) Difteri, Pemkot Samarida menyiapkan duit khusus untuk penanggulangannya. Tak tanggung-tanggung, Walikota Samarinda Syaharie Jaang mengatakan, Rp3 miliar dana On Call yang di APBD, bisa digunakan. Seperti diketahui, dana tersebut memang uang yang disediakan Pemkot, untuk dapat digunakan sewaktu-waktu.
Namun demikian, hingga kini Dinas Kesehatan Kota (DKK) Samarinda mengaku belum menggunakan sedikitpun uang On Call.
“Belum ada, selama ini kami masih menyusun anggarannya, jadi belum pakai itu (dana On Call),” ujar Kepala Seksi Surveilance dan Imunisasi Dinas Kesehatan Kota (DKK) Samarinda Osa Rafshodia.
Padahal upaya DKK Samarinda dalam upaya pencegahan penyebaran Difteri tak dapat dianggap sepele. Sejak Sabtu 13 Januari hingga Sabtu (20/1) lalu, DKK mencatat sudah 33.742 orang diimunisasi. Hal ini juga dapat dilihat dari menurunnya tren pasien yang dirawat karena difteri. Osa menyebut, sejak Kamis hingga Jumat kemarin, hanya ada satu tambahan pasien baru.
“Secara grafik disimpulkan lebih banyak yang pulang. Tren pasien yang dirawat menurun.
Dari kemarin sampai hari ini hanya 1 yang masuk,” tukasnya.
Sosialisasi kepada masyarakat juga dianggap efektif, karena antusias warga datang ke puskesmas, atau posyandu untuk melakukan imunisasi juga sangat tinggi. Meski di kemudian hari, DKK akan menggunakan dana On Call yang disiapkan Pemkot, ia mengatakan akan memaksimalkan upaya yang sudah dilakukan sejak awal suspect difteri ditemukan di Samarinda. (rs)








