Perayaan Pernikahan di Islamic Center Disorot
1 menit baca2.849 kali dibaca

SAMARINDA - Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kaltim KH Hamri Haz mengaku mendapatkan kritik pedas dari sebuah majalah dakwah nasional. Hal ini berkaitan dengan pengelolaan Masjid Islamic Center Samarinda. Ia mengaku mendapatkan telpon dari seorang pejabat redaksi majalah tersebut dari Jakarta belum lama ini.
“Kita namanya pengantin itu susah, misalnya ada dangdut. Satu maju nyanyi, kalau asik maju semua. Akhirnya campur laki-laki perempuan tak terpisahkan lagi. Apalagi sekarang malah walaupun di masjid masuk tetap menggunakan sepatu. Nah itu yang dikritik oleh salah satu majalah,” ujarnya ditemui Koran Kaltim di halaman Islamic Center Sabtu lalu.









