Ia menjelaskan, hujan yang mengguyur Kota Samarinda dalam beberapa hari terakhir juga memberikan dampak bagi tersubtitusinya air di Sungai Mahakam, sehingga air yang kemerahan perlahan berganti.
“Air bangai sudah berlalu, semoga tidak kembali lagi agar hasil produksi maksimal dan normal jernih kualitasnya,” paparnya.
Tak hanya mengandalkan faktor alam, Lukman mengatakan tim PDAM juga melakukan sejumlah langkah antisipasi. Salah satunya dengan pengurasan yang dilakukan di Instalasi Pengolahan Air (IPA).
“Iya Rabu kemarin, kami menguras IPA Gunung Lipan, itu juga dalam rangka menjaga kualitas hasil produksi,” tukasnya.
lebih lanjut, ia mengajak masyarakat untuk bijak dalam menggunakan air bersih. Selain itu, ia juga menghimbau masyarakat untuk memanfaatkan kemudahan pembayaran yang sudah diberikan oleh PDAM TIrta Kencana Kota Samarinda melalui loket-loket swasta yang tersebar di seluruh Kota Samarinda. (rs)