Digitalisasi, Disdukcapil Gandeng Intansi Lain
1 menit baca1.121 kali dibaca
SAMARINDA – Arus digitalisasi memang tidak bisa lagi dibendung. Bahkan untuk menyesuaikannya, pemerintah pun dituntut mampu menyeimbangkan dengan menyiapkan perangkat serta tekonologi yang mendukung program Smart City. Hal inipun mulai dilakukan oleh Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) dalam merangkul berbagai instansi yang berhubungan dengan pendataan warga serta Rumah Sakit. Dalam hal ini Wakil Walikota Nusyiran Ismail mengaku percepatan dalam pelayanan perlu dilakukan secepat mungkin.
“Karena sistemnya sekarang serba online, makanya program seperti memang sangat diperlukan. Namun sekali lagi saya mengingat agar keakuratan data tetap diperhatikan jangan sampai ada yang bersinggungan dengan hukum,” tegas Nusyirwan.
Khususnya lanjut Nusyirwan, yang berhubungan dengan pelayanan terhadap masyarakat di Rumah Sakit.
“Jangan sampai ada data yang tertukar dan hal-hal teknis yang dapat menggangu pelayanan. Secara keseluruhan program ini pada dasarnya sudah baik sehingga yang baru melahirkan bisa langsung mendapatkan akte kelahiran tanpa harus datang ke kantor Capil karena sistemnya online dan tinggal input NIK (Nomor Induk Kependudukan) serta KK (Kartu Keluarga),” jelasnya.
Bahkan, dalam kesempatan itu pula ada dukungan dari PT Telkom dalam mendukung ketersediaan wifi untuk 30 titik.
Sehingga progra, smart city yang digalakkan Dinas Kominfo Samarinda bisa berjalan berdampingan dengan intansi pelayanan yang juga berbasis online.
“Dan yang terpenting lagi, jangan sampai tidak ada perawatan atas semua alat yang menggunakan fasilitas online. Serta dukungan listriknya juga harus diperhatikan khususnya di Rumah Sakit yang ramai melayani masyarakat,” jelasnya.
Sedikitnya ada sepuluh OPD dan Rumah Sakit yang kini resmi bekerjasama dengan Disdukcapil Samarinda dalam menggunakan sistem online berupa input data kependudukan untuk berbagai keperluan. (ms)









