Sekretaris DPC PDIP Kukar M Andi Faisal menyebut dukungan penuh partainya terhadap kepemimpinan Aulia Rahman Basri dan Rendi Solihin dan fokus utama mereka saat ini adalah memastikan program pemerintah benar-benar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
“Komitmen kami jelas, mengawal kebijakan agar tetap berpihak kepada rakyat. Kami akan menjadi garda terdepan dalam hal itu,” kata Ical, sapaan akrabnya kepada Korankaltim.com Senin (13/4/2026) pagi ini.
Sejumlah isu krusial yang menjadi perhatian PDIP Kukar, diantaranya tidak adanya pengurangan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK), menjaga Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) agar tidak dipangkas, serta memperjuangkan hak-hak guru honorer. Selain itu, PDIP Kukar juga tengah berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan terkait persoalan honor guru PAUD dan TK yang belum tersalurkan. Ical menyebut, proses administratif saat ini sedang diselesaikan agar hak para tenaga pendidik dapat segera diterima. "Tidak boleh ada pengurangan PPPK, dan TPP harus tetap terjaga. Hak guru juga harus dipenuhi," tegasnya.
Ditengah dinamika politik yang mulai menghangat, PDIP Kukar menegaskan belum memikirkan kontestasi Pemilu 2029. Partai berlambang banteng itu memilih fokus pada kerja-kerja konkret untuk masyarakat. "Kami tidak berpikir soal 2029. Yang kami pikirkan adalah bagaimana PDIP bisa dirasakan oleh masyarakat Kukar," tegas Ical.
Dengan sikap tersebut, PDIP Kukar mencoba menempatkan diri sebagai kekuatan politik yang tidak hanya kompetitif, tetapi juga mengedepankan stabilitas dan kolaborasi dalam pembangunan daerah.
Editor: Aspian Nur