Kegiatan ini menjadi ajang penting bagi seluruh struktur partai untuk memperkuat komitmen dan arah perjuangan menjelang periode konsolidasi menuju Pemilu 2029.
Plt Ketua DPD Demokrat Kaltim, Bambang Soepriyadi, menegaskan bahwa Rakerda bukan sekadar agenda rutin partai, tetapi menjadi momentum kebangkitan Demokrat di Bumi Etam.
Menurutnya, kegiatan ini merupakan wadah refleksi dan pembenahan diri agar partai semakin solid dan berdaya saing tinggi di tengah dinamika politik yang kian kompetitif.
“Hari ini kita berkumpul dalam semangat yang sama, semangat untuk memperkuat, memperbaiki, dan memajukan Partai Demokrat di Kaltim,” kata Bambang.
Rakerda kali ini mengusung tema “Penguatan Struktur dan Kader Partai Demokrat Menuju Partai yang Kuat, Berintegritas, dan Berkapasitas”. Tema tersebut, kata Bambang, mengandung pesan moral bahwa masa depan partai tidak bisa dibangun hanya dengan wacana, melainkan dengan tindakan nyata dan disiplin organisasi.
Ia juga menekankan pentingnya menghindari praktik politik pragmatis yang hanya berorientasi pada kemenangan sesaat tanpa memperkuat fondasi ideologis partai.
“Kemenangan yang diraih dengan pragmatisme saja hanya akan membuat partai kelihatan jaya, padahal rapuh di dalamnya,” tegasnya.
Lebih lanjut, Bambang mengingatkan seluruh pengurus mulai dari DPD, DPC hingga PAC agar bekerja dalam satu irama perjuangan tanpa ego sektoral. Dirinya menegaskan Partai Demokrat harus kembali ke semangat dasarnya, melayani rakyat dan memperjuangkan kepentingan publik.
“Kita hadir untuk memberi harapan baru di tengah kelelahan publik terhadap politik transaksional. Demokrat harus menjadi penyejuk, menunjukkan bahwa politik bisa dijalankan dengan hati dan integritas,” katanya.
Ia juga menyerukan agar seluruh kader Demokrat Kaltim menjadikan Rakerda sebagai titik awal kebangkitan baru partai.
Bambang berharap partai dapat lebih aktif hadir di tengah masyarakat dan menghadirkan solusi konkret atas persoalan rakyat.
“Rakyat tidak butuh janji, rakyat butuh bukti. Mari kita rapatkan barisan, satukan langkah, dan gerakkan energi kolektif untuk membesarkan Demokrat,” tegasnya.
Sementara itu, Sekretaris Jenderal DPP Partai Demokrat, Herman Khaeron, yang turut hadir dalam kegiatan tersebut, menjelaskan bahwa Rakerda memiliki peran strategis dalam perjalanan partai.
Kegiatan ini merupakan amanat Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) yang wajib dilaksanakan minimal dua kali dalam satu periode kepemimpinan.
Menurut Herman, seluruh DPD Demokrat di Indonesia menggelar Rakerda tahun 2025 sebagai bagian dari evaluasi dan persiapan awal menjelang dua tahun ke depan.
Tujuannya, agar partai tidak berhenti bergerak setelah pemilu, melainkan terus menunjukkan kontribusi nyata kepada masyarakat.
“Kita ingin setelah pemilu, rakyat merasakan bahwa Partai Demokrat tetap hadir dan bermanfaat. Partai tidak boleh diam, tidak boleh vakum, dan tidak boleh koma. Harus terus bergerak dan dirasakan keberadaannya oleh masyarakat,” tegasnya.
Ia menambahkan, melalui Rakerda ini, partai juga akan menyosialisasikan sejumlah keputusan penting dari revisi AD/ART. Diantaranya juga termasuk pembentukan Badan Logistik, Badan Saksi Nasional, serta Badan Saksi Daerah yang akan diperkuat koordinasinya melalui BPOKK (Badan Pembinaan Organisasi, Kaderisasi, dan Keanggotaan).
Selain itu, tata cara pemilihan Ketua DPD dan DPC juga akan disesuaikan dengan regulasi baru hasil revisi AD/ART. Dalam mekanisme tersebut, Ketua DPD dipilih oleh para Ketua DPC, sementara Ketua DPC dipilih oleh para Ketua PAC.
“Kami sudah mencanangkan tahun 2026–2027 sebagai tahun konsolidasi. Bukan tahun kontestasi, tetapi tahun memperkuat kekeluargaan, membangun kebersamaan, dan mencari figur-figur yang tepat untuk membawa partai ke arah yang lebih baik,” jelasnya.
Herman juga mengingatkan agar seluruh kader Demokrat di semua tingkatan peka terhadap dinamika sosial dan aspirasi rakyat.
Ia menilai berbagai aksi dan gerakan masyarakat beberapa waktu terakhir harus dijadikan sinyal penting bagi partai untuk hadir merespons kebutuhan rakyat secara cepat dan tepat.
“Tuntutan masyarakat itu nyata. Kita harus membacanya setiap hari dan menjawabnya dengan kerja nyata. Itulah cara Demokrat menunjukkan diri sebagai partai yang mendengar, memahami, dan bekerja untuk rakyat,” tutupnya.
Editor: Erwin