Menanggapi hal itu, ia menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih atas dukungan sejumlah kader yang menilai dirinya layak memimpin partai beringin di tingkat kota.
“Saya tentu berterima kasih atas kepercayaan dan dukungan teman-teman yang menyebut nama saya,” ujar Andi Satya saat dikonfirmasi, Kamis (23/10/2025).
Ia menegaskan, dirinya tidak ingin terlihat ambisius, namun siap memberikan kontribusi terbaik di mana pun partai menugaskan.
“Pada prinsipnya, saya siap berkontribusi di mana pun dibutuhkan partai. Golkar Samarinda itu punya banyak nama-nama hebat. Nanti kan pasti akan berproses saat Musda Golkar Kota Samarinda,” sebutnya.
“Yang penting bagaimana kita bersama-sama membesarkan Golkar agar pada pemilu berikutnya bisa menjadi partai pemenang di Samarinda,” tambahnya.
Menyikapi adanya persyaratan bahwa calon ketua DPD Golkar Kota Samarinda ke depan diharuskan siap maju dalam Pemilihan Wali Kota (Pilwali).
Andi menilai hal tersebut masih terlalu dini untuk dibicarakan.
“Pilwali masih jauh sekali hilalnya. Apalagi dengan putusan MK terakhir, bisa saja realisasinya mundur ke 2031. Masih ada enam tahun lagi. Politik ini dinamis sekali, masih bisa berubah semuanya,” tuturnya.
Meski demikian, ia menegaskan kesiapannya mengikuti setiap keputusan dan arahan partai. “Intinya, apa pun perintah partai saya siap laksanakan. Jika memang diprasyaratkan seperti itu, ya saya siap,” tegas politisi yang duduk sebagai Wakil Ketua Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kaltim itu.
Menjelang Musda yang diperkirakan digelar paling lambat akhir tahun ini, Andi mengaku terus menjalin komunikasi intensif dengan seluruh kader dan pengurus di berbagai tingkatan.
“Komunikasi dengan Ketua DPD I dan Sekjen baik sekali. Bahkan dengan semua kader Golkar Samarinda dan Kaltim. Golkar solid pokoknya,” ungkapnya optimistis.
Ia berharap Musda mendatang dapat berjalan dengan suasana kekeluargaan dan menghasilkan keputusan terbaik bagi masa depan partai.
“Bagi saya, siapa pun yang terpilih nanti, yang penting Golkar semakin kuat dan solid di Samarinda,” pungkasnya.
Editor: Erwin