Berdasarkan hasil hitung cepat, pasangan calon (paslon) nomor urut 1, Aulia Rahman–Rendi Solihin, unggul atas paslon nomor urut 2, AYL–AZA, dan paslon nomor urut 3, Dendi–Alif.
Pengamat politik Saipul Bachtiar menilai, pemilih kini lebih realistis dalam menilai dampak dari program yang ditawarkan, yang nantinya akan menjadi janji politik untuk dipenuhi.
Menariknya, hasil PSU yang digelar pada April ini tidak berbeda jauh dengan hasil Pilkada yang dilaksanakan pada November lalu, di mana paslon nomor urut 1 tetap unggul dari calon lainnya.
“Tentu kita melihat di sini peran partai pengusung dan pendukung sangat konsisten dalam melakukan upaya pemenagan ini,” ucap Saipul, Minggu (20/4).
Hasil PSU Kukar tidak hanya mencerminkan satu sudut pandang, melainkan juga menunjukkan keselarasan antara hasil Pemilihan Legislatif (Pileg) dan Pilkada. Dalam Pileg 2024 lalu, PDI Perjuangan juga tercatat sebagai partai pemenang di legislatif Kukar.
Selain itu, pengaruh lain yang turut memperkuat kemenangan paslon nomor urut 1 adalah program-program prioritas yang telah dikampanyekan secara luas kepada masyarakat Kukar. Hal ini menjadi salah satu faktor utama dalam mengukuhkan dukungan publik.
Dengan demikian, meskipun terjadi pergantian sosok calon Bupati pada paslon nomor urut 1, konsistensi visi dan misi yang diusung tetap terjaga. Ini menunjukkan bahwa masyarakat dalam menentukan pilihan lebih mempertimbangkan program kerja yang ditawarkan daripada sekadar figur.
“Artinya kan ada dampak program yang disampaikan oleh paslon ini memang dinilai masih konsisten oleh masyarakat dan dianggap lebih dominan,” tutupnya.
Editor: Erwin