Mereka menegaskan komitmennya untuk melanjutkan visi dan misi yang telah dicanangkan dalam konsep Kukar Idaman Terbaik, sebuah gagasan pembangunan berkelanjutan bagi Kukar.
Aulia Rahman Basri, putra asli daerah kelahiran Kota Bangun tahun 1985, menegaskan bahwa arah pembangunan Kukar akan tetap selaras dengan harapan mayoritas masyarakat.
“Mimpi kami tidak berubah. Apa yang sudah dimulai, akan kami lanjutkan dengan lebih baik. Kami ingin memastikan bahwa suara yang dulu diberikan kepada Edi-Rendi tetap solid dan tidak bergeser, karena visi yang kami bawa tetap sama,” ujarnya kepada Korankaltim.com, Senin (10/3/2025).
Sebagai putra asli Kukar, Aulia merasa memiliki tanggung jawab moral untuk mengembangkan daerah asalnya.
“Saya besar di sini, darah Kutai mengalir dalam diri saya. Saya menempuh pendidikan hingga ke luar pulau tepatnya di Universitas Hasanudin, bukan sekadar mencari ilmu, tetapi untuk kembali dan membangun daerah yang saya cintai,” tegasnya.
Aulia juga menegaskan bahwa dirinya bukanlah sosok yang baru muncul di tengah jalan, melainkan sudah terlibat sejak awal dalam perumusan visi-misi Kukar Idaman.
Ia pernah menjabat sebagai Kepala Rumah Sakit Kota Bangun dan membawa berbagai inovasi di bidang kesehatan, seperti rumah sakit tanpa telapak pertama di Indonesia serta pengadaan rumah singgah bagi pasien yang berasal dari wilayah terpencil.
Menjelang pemilihan, Aulia-Rendi menyatakan bahwa mereka tidak hanya mengandalkan strategi politik semata, tetapi juga pendekatan yang lebih dekat dengan masyarakat.
“Kami tidak akan banyak bicara soal strategi. Yang jelas, kami akan terus menangkap dan mengingatkan masyarakat bahwa mimpi kita untuk menjadikan Kukar lebih baik,” ujarnya.
Selain itu, mereka juga menekankan pentingnya program pembangunan ekonomi dan peningkatan kualitas sumber daya manusia. Aulia menyoroti bahwa Kukar tidak bisa hanya mengandalkan sumber daya alam yang akan habis sewaktu-waktu, tetapi harus berinvestasi pada pendidikan dan kesejahteraan masyarakat begitupun dalam sektor pertanian dan lumbung pangan.
“Ketika sumber daya ekstraktif ini, kita masih punya sumber daya manusia yang unggul. Jangan sampai generasi muda Kukar takut untuk bermimpi besar. Saya ingin pendidikan dan kesempatan berkembang bagi pemuda di sini tetap terbuka lebar,” bebernya.
Rendi Solihin juga menegaskan perjuangan mereka bukan soal siapa yang menjadi nomor satu atau dua, tetapi bagaimana janji kepada rakyat bisa dipenuhi.
Ia menyoroti program-program unggulan yang sudah berjalan, seperti bantuan dana desa dari Rp50 juta menjadi Rp150 juta per RT per tahun serta beasiswa pendidikan.
“Ini bukan soal siapa yang memimpin, tapi bagaimana janji yang sudah kami buat kepada rakyat Kukar bisa ditepati. Kami sudah tiga kali terlibat dalam perjuangan ini, dan kami siap menuntaskannya,” tuturnya.
Dengan kolaborasi pengalaman, kedekatan dengan masyarakat, serta komitmen untuk melanjutkan visi besar Kukar Idaman, pasangan Aulia-Rendi siap bertarung di ajang pemilihan mendatang.
Editor: Erwin