Buku ini tidak hanya merangkum data Pemilu tetapi juga mencatat berbagai tantangan dan langkah perbaikan yang perlu dilakukan untuk meningkatkan kualitas demokrasi di Kaltim.
Ketua Bawaslu Kaltim Hari Darmanto menyebut publikasi ini menjadi refleksi bagi Bawaslu dalam memperkuat sistem pengawasan pemilu di masa depan. “Data bukan sekadar angka, tapi alat untuk memahami tantangan dan merancang strategi pengawasan yang lebih efektif,” sebut Hari kepada Korankaltim.com disela acara.
Satu diantara fokus utama dalam evaluasi ini adalah memastikan pengawasan lebih ketat, terutama di daerah yang mengalami Pemungutan Suara Ulang (PSU) seperti Kutai Kartanegara dan Mahakam Ulu.
Bawaslu Kaltim akan terus berkomitmen menjaga integritas Pemilu dan memastikan setiap tahapan berjalan sesuai prinsip demokrasi.
“Kami ingin memastikan pengawasan pemilu di Kaltim semakin profesional, transparan dan berpihak pada kepentingan publik,” tegas Hari.
Terpisah, Ketua Bawaslu RI Rahmat Bagja menekankan pentingnya pengawasan menyeluruh di Kaltim, terutama dengan hadirnya Ibu Kota Nusantara (IKN) yang berpotensi memengaruhi dinamika politik dan pemilu di wilayah tersebut.
“Pengawasan harus diperkuat agar demokrasi tetap berjalan transparan. Kolaborasi dengan masyarakat sipil juga menjadi kunci,” kata Rahmat.
Selain membahas tantangan, peluncuran buku ini juga menjadi ajang evaluasi terhadap berbagai aspek teknis pengawasan, mulai dari netralitas penyelenggara hingga efektivitas penindakan pelanggaran.
Editor: Aspian Nur
Ket foto: Penyerahan Buku Potret Pengawasan Bawaslu Kaltim di Pemilu Serentak kepada Gubernur Kaltim. (Vico/Korankaltim.com)