Hal ini diungkapkan Hadi dalam dialog bersama pemuda di kawasan Jalan Pattimura Kelurahan Api-Api Kecamatan Bontang Utara.
Hadi memaparkan berbagai pencapaian kepemimpinan Isran yang patut diapresiasi. Dari 36 provinsi, hanya Isran Noor yang berani menyuarakan penolakan terhadap rencana Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan RB) tersebut.
“Kalau bukan karena beliau (Isran), ribuan honorer di Kalimantan Timur mungkin sudah kehilangan pekerjaan,” ungkap Hadi yang kala itu menjadi wakil Isran memimpin Benua Etam.
Selain mempertahankan keberadaan honorer, mereka juga fokus meningkatkan kesejahteraan melalui peningkatan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kaltim, yang meningkat dari Rp15 Triliun menjadi lebih dari Rp25 Triliun. Peningkatan ini memungkinkan berbagai proyek pembangunan berjalan lebih cepat, termasuk proyek strategis Ibu Kota Nusantara (IKN) di Penajam, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU).
“Kami ingin masyarakat Kaltim tahu, perjuangan kami bukan hanya soal pembangunan fisik, tapi juga nasib tenaga kerja, termasuk tenaga honorer yang sempat di ambang pemberhentian,” sebut Hadi lagi.
Hadi juga menyinggung upaya penjegalan Isran-Hadi saat ingin maju di Pilgub, dengan cara “borong partai” yang dilakukan oleh pihak lain. Namun berkat dukungan dari PDIP dan Partai Demokrat serta doa masyarakat Kaltim, yang memberi mereka kekuatan untuk kembali maju di Pilkada 2024.
“Meskipun ada upaya dari pihak-pihak tertentu untuk menjegal kami, dukungan dari masyarakat dan partai-partai ini membuat kami optimis,” kata Hadi.
Editor: Aspian Nur