Rudi menceritakan sikap dukungan dengan bergabungnya ke dalam tim pemenangan tepat pada hari ulang tahunnya ke-46 yang jatuh pada 12 September lalu.
"Saya memutuskan untuk menerima dan bergabung di Tim Pemenangan Isran Noor, sebenarnya baru per Kamis kemarin, 12 September 2024, bertepatan dengan ultah saya ke-46," ujar Rudi, Sabtu (14/9).
Bukan tanpa landasan ia menjatuhkan dukungannya dan siap berpartisipasi dalam memenangkan pasangan tersebut. Rudi menegaskan karena berangkat dari pertimbangan rasional, yang mana ia menganggap pasangan petahana memiliki pengalaman dan komitmen yang sangat kuat untuk kemajuan Kaltim.
"Terlebih dengan apa yang sudah dicapai oleh Kaltim dengan hadirnya IKN. Jadi bukan karena yang ini baik, dan paslon yang lain buruk. Tapi, saya menganggap di bawah kepemimpinan Isran-Hadi upaya untuk lebih mengejar pembangunan Kaltim agar lebih berdaya dan berdaulat sebagai bagian NKRI yang mampu mengimbangi hadirnya IKN," tegasnya.
Ia turut menyuarakan mengenai perbedaan pilihan jangan dijadikan awal mula perselisihan, sebab sejatinya pilihan kembali kepada masing-masing individu.
"Jadi baik untuk pilgub maupun pilbup dan pilwali, sesungguhnya biaya yang dikeluarkan melalui APBD itu adalah uang rakyat. Kita harus sama-sama didik rakyat dan para calonya, agar uang rakyat ini tidak dikonversi melalui transaksi money politic, tapi harus dikonversi menjadi kepemimpinan yang berpihak kepada rakyat," sebutnya.
Rudi mendorong agar pilkada mendatang berjalan dengan jujur dan adil serta berlangsung damai dan demokratis.
"Kita bangun pilkada ini bukan sekedar pesta demokrasi, tapi juga lebih sebagai arena konsolidasi politik rakyat menuju kemajuan bersama. Berbeda dan berkontestasi, tapi tetap bersama dan bersaudara," tutupnya.
Editor: Supiansyah