"Jadi kami memiliki program mendatangi 11 perguruan tinggi dan sekolah SMA. Dan kedua, kami juga melakukan pertemuan dengan komunitas-komunitas untuk mengajak kepada calon pemilih milenial agar menggunakan hak pilihnya,”ujarnya, Minggu (28/6/2024).
Dia menjelaskan, saat ini terdapat tiga kalompok masyarakat atas sikap terhadap pelaksanaan Pilkada. Pertama, masyarakat apatis atau sikap yang tidak peduli, acuh tak acuh dan masa bodoh. Kemudian skeptis, yakni masyarakat yang sebenarnya tahu akan dilangsungkan Pilkada, namun tidak mau peduli.
Dan kelompok tiga adalah aware, atau sadar bahwa Pilkada itu penting karena pemimpin yang mereka pilih itu akan berpengaruh pada kebijakan -kebijakan.
"Nah yang menjadi sasaran kami ini yaitu mereka yang memiliki sikap apatis dan skeptis terhadap Pilkada. Caraya seperti apa, pemilih pemula kita masuki di ruang pertemuan mereka, baik perguran tinggi maupun sekolah SMA," terangnya.
Tak hanya itu, ia juga sampaikan bahwa KPU Balikpapan juga saat ini menjalin kerja sama dengan Dinas Pemuda dan Olahraga (Disporapar) Balikpapan dalam rangka menggaungkan kepada calon pemilih milenial agar menggunakan hak pilihnya.
"Memang ini tidak mudah, tapi juga bukan sesuatu hal yang mustahil jika dikerjakan secara bersama-sama. Jadi sekali lagi Pilkada ini dalam hal ini panitianya adalah KPU namun kepentingannya untuk bersama. Karena tujuan akhir pelaksanaan Pilkada ini terwujudnya masyarakat yang damai dan sejahtera," pungkasnya.
Editor: Maruly Z