Sebagai informasi, Partai Golkar kembali menduduki kursi Ketua di DPRD Kaltim. Hal itu mengacu pada perolehan kursi terbanyak dalam pemilihan anggota legislative (Pileg) 2024 yang baru lalu, di mana Partai Golkar berhasil memperoleh sebanyak 15 kursi di DPRD Kaltim.
Perolehan tersebut tentunya tak terlepas dari partisipasi pemilih di Kaltim yang masih memberikan kepercayaan amanahnya kepada Partai Golkar. Menanggapi mekanisme pemilihan Ketua DPRD Kaltim di internal Partai Golkar, Rudy membeberkan beberapa faktor seperti sistem pembobotan yang diantaranya prestasi, dedikasi, loyalitas dan tak tercela.
"Ada juga faktor jam terbang, tingkat pendidikan dan beberapa faktor yang menentukan lainnya," ucap Rudy, Rabu (13/3/2024).
Kendati demikian ia mengungkapkan beberapa faktor yang disebutkan tadi hanya segelintir administrasi pihaknya dalam merekomendasikan kepada Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar, sehingga baginya keputusan siapa yang akan menjabat sebagai Ketua DPRD Kaltim berada di tangan DPP.
"Jadi nantinya kami akan mengusulkan beberapa nama berdasarkan syarat yang tadi disebutkan, tapi untuk keputusan tetap dari DPP karena kami hanya sebatas memberikan rekomendasi," ungkapnya.
Sebagai informasi, Golkar hanya tak mendapatkan kursi di daerah pemilihan (dapil) 5 Kubar-Mahulu, sementara dapil sisanya mendapatkan kursi masing-masing lebih dari satu, seperti di dapil 1 Kota Samarinda mendapatkan 3 kursi, dapil 2 Kota Balikpapan 3 kursi, dapil 3 PPU-Paser 2 kursi, dapil 4 Kabupaten Kukar 3 kursi, dapil 6 Bontang, Kutim dan Berau sebanyak 4 kursi.
Editor: Maruly Z