Ketua KPU Berau, Budi Harianto mengatakan, penyaluran logistik pemilu ke TPS masih terdapat kendala. Seperti masih ada 71 kotak dari 4.035 kotak surat suara yang belum di segel, kurangnya surat suara serta sampul.
Mengantisipasi hal itu, pihaknya telah mengajukan kekurangan tersebut ke KPU Provinsi Kaltim maupun KPU RI. Bahkan, pihaknya juga telah melakukan penjemputan ke penyedia logistik di Gresik untuk surat suara daerah pemilihan (Dapil) dan surat suara pemilihan presiden dan wakil presiden (PPWP) di daerah Kudus pada Rabu (7/2/2024).
“Kami targetkan hari ini semua sudah tersegel 100 persen siap,” ungkapnya, Kamis (8/2/2024).
Menurutnya, kekurangan surat suara PPWP sekitar 87 lembar, DPRD kabupaten pada Dapil 1 sebanyak 852 lembar, dan Dapil 3 sebanyak 59 lembar, serta DPD sebanyak 29 lembar. Sehingga totalnya ada sekitar 1.027 lembar.
Kemudian untuk teknis pendistribusian logistik pemilu ke TPS akan dilakukan dua tahap. Pada tahap pertama dilakukan tiga hari menjelang pemilu yang ditujukan untuk wilayah terjauh dan sulit dijangkau. Seperti daerah Kecamatan Pulau Derawan, Maratua,Kelay dan Segah.
“Dan untuk wilayah Kecamatan Tanjung Redeb dan sekitarnya didisribusikan H-1 menjelang Pemilu,” tuturya.
Selain itu, penyaluran logistik pemilu nantinya akan dikawal ketat pihak aparat kepolisian serta pihak ketiga yakni Kantor Pos Indonesia untuk membantu pengantaran di lokasi yang jauh dan berisiko.
Sebelum disalurkan, semua logistik akan di data serta di kemas menggunakan plastik dan segel agar semua logistik pemilu dipastikan aman sampai TPS yang dituju.
“Apalagi untuk yang wilayah perairan, kami bakal lapisi plastik semua sebelum dikirim,” ungkapnya.
Pendistribusian dilakukan H-3 Pemilu 2024 karena tidak boleh terlalu lama di Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) dan di TPS.
“Kami berharap, setelah logistik sampai di TPS, PPK dapat bertanggungjawab serta menjaga baik jumlah surat suara maupun kondisi kotak surat suara tetap aman dan tidak ada kekurangan sampai pemilu mendatang,” tutupnya.
Editor: Maruly Z