"Dari data yang kami peroleh, sekitar 59 persen dari DPT (Daftar Pemilih Tetap) merupakan pemilih dari generasi muda," jelas Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Balikpapan Noor Thoha kepada Korankaltim.com Minggu (4/1/2024) hari ini.
Generasi milenial yakni masyarakat sosial yang melek teknologi atau generasi yang lahir dari tahun 1981 sampai 1996 dan generasi ini cenderung memanfaatkan teknologi guna mempermudah aktivitas sehari-hari.
Sementara, gerasi Z yang dimaksud biasanya dikemal sebagai generasi yang ketergantungan dengan teknologi, utamanya internet dan sosial media. Generasi ini lahir pada kisaran tahun 1997 hingga 2012.
Hampir setiap hari, generasi ini biasanya disuguhkan dengan berbagai informasi, termasuk pula yang tengah menjadi trend di masyarakat setiap harinya.
"Generasi Z di Balikpapan setidaknya terdata sebagai pemilih pemula atau yang baru berusia 17 tahun itu jumlahnya mencapai 15 persen dari jumlah DPT Balikpapan sebanyak 500 ribu lebih," ujar Thoha.
Saat ini berdasarkan dari hasil survei indikator politik Indonesia, generasi milenial dan generasi Z tersebut saat ini mempunyai tingkat kepedulian yang tinggi terhadap politik di Indonesia.
Namun, meski demikian, kepedulian politik dari pemilih pemuda tersebut tidak berbanding lurus dengan penggunaan hak politik yang disalurkan. "Artinya walaupun dua golongan itu tadi antusias berbicara politik, namun saat tiba hari pencoblosan mereka masih sangat selektif untuk menentukan pilihannya," sebut Thoha.
KPU Balikpapan berharap saat Pemilu 2024 di Balikpapan, jumlah pemilih pemuda yang mendominasi bisa berbading lurus dengan penyaluran hak pilihnya di hari pencoblosan pada 14 Ferbruari 2024 mendatang.
"Itulah sebabnya, kami selalu menggencarkan sosialisasi terhadap masyarakat terutama pemilih pemuda di Balikpapan, agar menggunakan hak pilihnya," tutup Thoha.
Editor: Aspian Nur