Hal ini disampaikan Projek Officer Cek Fakta Masyarakat Anti Fitnah Indonesia (Mafindo) Muhammad Ansari usai menggelar Focus Group Discussion (FGD) di Hotel Fugo Samarinda, Jum'at (8/9/2023) sore tadi.
Program Cek Fakta yang dilakukan Mafindo diharapkan mampu meminimalisir t hoaks agar tidak gampang ditelan mentah-mentah oleh para pengguna gadget.
"Jika berkaca dengan Pemilu sebelumnya, dampak hoaks sangat besar bahkan bisa menciptakan perpecahan padahal petinggi politisi malah biasa saja ," kata Aan, sapaannya kepada Korankaltom.com.
"Hoaks tidak kenal usia, kelompok apalagi memiliki pendidikan tinggi. Semua kriteria, siapa saja bisa terkena. Selama orang tersebut mengunakan handphone maka potensi hoaks pasti akan terjadi. Tergantung hoaks serangnya mau ke mana," paparnya.
Koordinator Wilayah (Korwil) Mafindo Samarinda Hairunnisa Husain menambahkan, dengan meningkatkan literasi digital masyarakat melalui program Mafindo maka terjadinya hoaks dapat dicegah.
"Pemilu tahun ini rakyat harus bisa lebih pintar untuk menjaring setiap berita yang datang, jangan telan begitu saja tapi cek kebenarannya terlebih dulu sebelum di share," ujar Nisa.
Editor: Aspian Nur