“Saya bukan hanya sekadar mendorong perempuan untuk berpartisipasi pada saat memilih di TPS (Tempat Pemungutan Suara), tapi saya menginginkan mendorong perempuan-perempuan untuk memiliki keinginan maju dalam arti begini, jumlah kursi yang di DPR itu kan minimal 30 persen dari jumlah yang ada,” kata Kepala Badan Kesbangpol Kukar, Rinda Desianti.
Sejauh ini, dari pantauan langsung yang dilakukannya, Rinda menyebutkan baru ada tujuh orang perempuan yang berani tampil untuk maju di Pemilu 2024 mendatang, artinya jika dibandingkan dengan total kursi yakni 45 orang di DPRD Kukar, tujuh orang ini baru mewakili sekitar 14 persennya saja.
“Saya harap semakin banyak perempuan yang tampil supaya tetap ada perwakilan perempuan, sekarang kan baru tujuh orang, nah untuk tujuh orang itu kan baru sekitar 14 persen kurang 16 persen lagi dari 45 orang itu. Saya lagi mendorong itu dan saya berharap di Pemilu 2024 itu jumlah perempuan yang duduk DPRD itu jauh lebih banyak dibandingkan periode yang kemarin,” sebutnya.
Harapan ini tentu sangat relevan dan realistis, karena kalau dilihat dari jumlah pemilih laki-laki dan perempuan sejauh ini cukup berimbang, artinya sudah semestinya keterwakilan baik perempuan dan laki-laki juga diharapkan bisa berimbang di DPRD.
“Sehingga isu-isu perempuan itu bisa lebih dikedepankan, lebih diperjuangkan kan sekarang ini sudah eranya Kartini modern bukti nyata bahwa kalau perempuan ini bisa membangun. Kita punya rekam jejak bahwa presiden bupati juga pernah perempuan kan,” tegasnya.
Rinda menyatakan yang membedakan laki-laki dan perempuan itu hanya jenis kelamin saja. “Kemampuan relatif sama, dan saat ini sudah bukan zamannya Siti Nurbaya lagi sekarang eranya Kartini,” tegas Rinda.
Editor: Maruly Zainuddin