Menurutnya, Komisioner Bawaslu memiliki peran yang sangat besar dalam melakukan pengawasan pelaksanaan pemilu. Terdekat, pemilu serentak tahun 2024 ini.
"Jangan sampai komisioner yang terpilih untuk lima tahun ke depan adalah sekedar titipan cukong-cukong politik yang memiliki kepentingan dalam setiap kontestasi politik. Timsel harus jujur dan memiliki integritas yang tinggi," ucap Hasbi, Sabtu (27/5/2023).
Hasbi menyebut dalam proses seleksi timsel pengawas pemilu tentu terdapat banyak potensi yang perlu diantisipasi, dari perilaku menyimpang, transaksional, jual beli jabatan hingga barter kepentingan.
Alhasil, akan merembet pada terpilihnya orang-orang yang tidak berkualitas dan hanya ikut arahan siapa yang merekomendasikannya.
Baginya, ibarat dalam suatu permainan Bawaslu merupakan wasit. Dan jika pemilihan wasit saja sudah curang maka tidak menutup kemungkinan dalam permainan juga akan diisi dengan kecurangan-kecurangan selanjutnya.
"Kami dari Posppera sangat mewanti-wanti kepada timsel yang ada agar jangan sampai ini terjadi, kami akan mengawal prosesi pemilihan komisioner hingga selesai," tukasnya.
Hal ini diinginkan agar Bawaslu ke depan dipimpin oleh orang-orang yang mengabdi untuk negara, bukan orang justru ingin kaya dan mengumpulkan harta.
"Kalau niatnya ingin kaya pasti akan malakukan segala cara, salah satunya dengan berkolusi dengan cukong-cukong politik," tutupnya.
Editor: Rusdianto