"Kami sangat menyadari elektabilitas Pak Andi Harun mengalami peningkatan, karena itu kami juga akan meminta kesediaan beliau jika berkenan untuk bertarung dalam Pilgub mendatang, tapi nanti hasilnya setelah Rakorda," ujar Seno Aji kepada Korankaltim.com Minggu (23/10/2022) siang tadi.
Sementara pengamat politik Budiman yang juga akademisi Universitas Mulawarman menyebutkan, hasil survei yang ada merupakan pengamatan masyarakat terhadap kinerja dari beberapa tokoh yang namanya tercantum dalam hasil tersebut.
"Saya melihatnya mungkin dari sisi apa yang telah dilakukan, apa yang telah dilakukan oleh masing-masing tokoh atau figur itu kan sangat menentukan persepsi pemilih," kata Budiman secara terpisah.
Naiknya elektabilitas Andi Harun yang menduduki survei nomor satu menyalip H Isran Noor yang saat ini jadi Gubernur Kaltim menurutnya buntut dari beberapa program sebagai kepada daerah Kota Tepian yang turut dirasakan oleh masyarakat, selain itu pandangan dari masyarakat luar daerah mengenai perkembangan pesat jadi faktor lainnya.
"Sekarang semua bisa melihat Pak Andi Harun itu identik dengan Pro Bebaya dan bisa memaksimalkan, kemacetan kota yang diakibatkan oleh PKL dan lain-lain juga sudah mulai keliatan berkurang, termasuk mengenai pengendalian banjir," sebut Budiman lagi.
Menanggapi posisi Isran Noor di urutan kedua hasil survei menurutnya sang kepala daerah pertahana perlu bekerja keras untuk menarik konstituen melalui program-program kerja nyata, sebab penilaiannya sejauh ini dari visi dan misinya belum sangat terlihat dan dirasakan secara utuh bagi masyarakat di Benua Etam.
Hanya saja perhatian terhadap tenaga honorer yang belakangan ini turut disuarakan jadi pemicu mendompleng suara rakyat. "Pak Isran ini yang perlu kerja keras, dalam artian selama masa periodenya apakah beliau bisa menampilkan program-program yang dimilikinya dalam bentuk apapun itu, contohnya seperti pak Awang Faroek dulu dengan beberapa infrastruktur yang berhasil didirikannya," paparnya.
Berbeda dengan Hadi Mulyadi yang berada diposisi ketiga setelah Andi Harun dan Isran Noor menurutnya orang nomor dua di Kaltim itu mampu menarik hati pemilih melalui sikapnya yang merakyat, namun kedudukannya dinomor urut ketiga lantaran fungsinya sebagai Wakil Gubernur Kaltim tak dapat berperan banyak dalam menjalankan roda pemerintahan.
"Pak Hadi dari sisi sebagi wagub beliau agak susah untuk memperlihatkan agendanya, beliau identik dengan orang yang humanis, agamis kemudian merakyat seperti ada pesta pernikahan beliau pasti sumbangkan lagu, itu juga jadi atensi dari masyarakat," tutup Budiman.
Penulis: Claudius Vico
Editor: Aspian Nur