"Selama ini memang kita akui bahwa PAC ini hanya ada ketika pileg saja, setelah itu sudah lepas. Nah ini perlu ke depannya lebih baik lagi," ujar Praptomo.
Diketahui partai berlogo Kabah ini menargetkan enam kursi pada pileg Kukar, satu kursi di setiap dapil. Diakuinya ini tidak bisa dilakukan oleh DPC saja, melainkan dengan sinergitas seluruh kadernya. Sinergitas sendiri menurut terdengar remeh, namun menurutnya sinergitas memberikan dampak besar bagi kekuatan partai.
"Contoh seperti reses, harusnya reses itu melibatkan PAC. Apalagi yang dulu, menyerahkan bantuan misalkan baik dari DPW atau pusat, dampaknya luar biasa dengan melibatkan pengurus di tingkat paling bawah," jelasnya.
Sekretaris DPW PPP Kaltim Leny Marlina turut hadir membuka musancab ini. Dia mengungkapkan bahwa partai berlogo Kabbah itu mengalami penurunan semangat dan kaderisasi. Ini terlihat dari hasil Pemilu tahun-tahun lalu, yang mana jumlah perolehan kursinya terus mengalami penurunan. Bahkan pada Pileg lalu hanya memperoleh satu kursi di DPRD Kukar.
"Jangan sampai 2024 mendatang tidak ada kursi sama sekali," tegasnya.
Itulah alasan mengapa DPP menginstruksikan musrancab ini dilaksanakan secara nasional dan diawasi langsung. Karena selama ini, PPP terlalu nyaman dengan keberadaan tiga partai pada masa orde baru. Tidak menyadari semakin ketatnya persaingan antar parpol. Bahkan kehadiran partai baru yang bisa langsung besar diakui Leny menjadi tantangan tersendiri.
Belum lagi kasus yang menjerat Ketumnya, Romahurmuziy, pada 2019 lalu menjadikan tergerusnya kepercayaan masyarakat terhadap partai ini. Di sisi lain, seluruh kader juga kehilangan semangat. Momentum musancab ini dioptimalkan untuk memulihkan kepercayaan masyarakat bersama kader di tingkat terbawah.
"Pada saat menerbitkan SK kepengurusan PAC, kami akan bertemu langsung pengurusnya dan membuat semacam pakta integritas bahwa mereka siap bersama PPP dan memenangkan pemilu 2024," tuturnya.
Penulis: Reza Fahlevi
Editor: Supiansyah