Hal tersebut diumumkan oleh Sekretaris DPC PDI Perjuangan Suwanto di Kantor DPC PDI Perjuangan Ruko Sepinggan Pratama, Jalan Sepinggan Pratama, Balikpapan Selatan Kamis (27/1/2022) siang tadi.
Wafatnya Tohari Aziz pada 27 Januari 2021 lalu sembari memperhatikan surat DPP 7 Desember perihal usulan calon Wali Kota jadi faktor dipilihnya Budiono.
"Budiono dipilih sebagai calon pengganti wakil wali kota Balikpapan terpilih periode 2021-2024 yang diajukan oleh PDIP," kata Suwanto.
Kader PDI Perjuangan akan mengawal keputusan pusat untuk memenangkan Budiono yang juga Ketua DPC PDI Perjuangan Balikpapan itu.
"PDI P akan berkoordinasi dengan partai-partai koalisi dalam melanjutkan, memperjuangkan dan mempertahankan calon yang telah ditetapkan oleh DPP PDI Perjuangan," tegasnya.
Sementara Ketua Fraksi PDI Perjuangan Balikpapan Wiranata Oey menjelaskan kalau proses pergantian wakil wali kota Balikpapan masih melewati beberapa tahapan.
Nama lain yang muncul dari partai pengusung akan diserahkan ke DPRD Balikpapan untuk kemudian di serahkan ke wali kota Balikpapan.
"DPRD membentuk panitia seleksi, seluruh SK dari DPP bakal calon wakil wali kota semuanya akan diserahkan kepada DPRD dan DPRD akan menyerahkan ke pemerintah khususnya wali kota untuk menentukan dua calon yang akan dikembalikan ke DPRD untuk dipilih," jelas Suwanto lagi.
Suwanto juga menyebut mereka sudah mengantongi dukungan dari partai koalisi dan pengusung. "Sudah ada dukungan kepada PDI Perjuangan khususnya kepada Pak Budiono. Jadi saat ini hanya menunggu tahapan-tahapan dari panitia seleksi kapan nama-nama calonnya dimasukan ke dalam DPRD," tutup Suwanto.
Penulis: Laeko
Editor: Aspian Nur