Kendati demikian komunikasi politik bersama partai pendukung terus dilakukan. Budiono yang juga Ketua DPC PDI P Balikpapan tetap meminta komitmen kepada partai pendukung pada Pilkada Balikpapan 2020 sebagai pengganti Wakil Walikota Balikpapan Thohari Aziz yang berhalangan tetap.
"Ketika berbicara kesepakatan komitmen maka hari ini yang terjadi ketika kepala daerah berhalangan tetap tentunya juga dilaksanakan sesuai aturan yaitu diusulkan oleh partai pengusung kami meminta kembali komitmen kawan-kawan di partai pengusung di dalam menentukan saat pengusungan calon walikota dan wakil Wakil walikota saat itu," harapnya.
Tahapan yang akan dilakukan tetap sesuai prosedur salah satunya mengusulkan nama calon wakil walikota pengganti. Nantinya usulan nama tersebut diserahkan kepada Walikota Balikpapan Rahmad Mas'ud.
"Kami mengikuti tahapannya, ketika rapat koalisi mengusulkan nama dan usulan itu diseleksi oleh Walikota Balikpapan Rahmad Mas'ud nanti setelah diseleksi tentunya usulan itu sesuai dengan SK dari partai atau pimpinan dari Masing-masing partai kalau kami dari DPP tentunya nanti setelah diseleksi pak Rahmad ada dua nama itu akan di kirim ke DPRD Kota Balikpapan untuk di adakan panitia seleksi atau Pansel tahapannya oleh anggota DPRD," papar Budiono.
Untuk internal PDI P Balikpapan ada dua nama yang diusulkan yakni Risti Utami Dewi dan Haji Baba yang merupakan kader partai berlambang kepala banteng moncong putih. "Ke Dua nama saat ini diproses DPP menunggu SK saja karena keduanya sudah melewati tahapan penjaringan juga fit and propertest,"katanya.
Tercatat ada delapan partai pengusung yakni Partai Perindo, PKB, Partai Demokrat, Gerindra, PKS, PDIP dan Golkar. Budiono mengklaim sejauh ini komunikasi politik tetap berjalan baik.
"Koalisi tentu tetap dibahas artinya lagi lagi kita juga tahu bahwa saat pencalonan ada komitmen mengusung dari Golkar dan PDIP itu tetap kita lakukan komunikasi tanggapan dari Masing-masing," tutup Budiono.
Penulis: Yudi Hadi
Editor: Aspian Nur