Selain itu, ia mengatakan bahwa apa yang dikhawatirkan sebelumnya terkait pelaksanaan pilkada di tengah pandemi ini tidak terbukti. Pasalnya, tidak ada kluster baru yang dihasilkan atas penyelenggaraan pemilu 2020 serta partisipasi pemilih malah meningkat. “Tahun 2020 di Bontang malah naik sebanyak 70,79 persen, artinya melek politik di Kota Bontang tinggi,” kata Rudi.
Sementara itu, Ketua KPU Kota Bontang Erin mengatakan, KPU RI telah meminta kepada seluruh KPU untuk melakukan evaluasi tingkat kepuasan partisipasi pemilih. “Memang sebelum adanya himbauan ini, kami berencana untuk melakukan evaluasi," ujar Erin.
Terkait Evaluasi kepuasan, Anggota KPU Kota Bontang, Acis Maidy Muspa menyampaikan telah melakukan survey dengan pendekatan metode kuantitatif dengan teknik sampling purvosive, yang artinya responden telah ditentukan terlebih dahulu, yakni sebanyak 85 orang. Responden diambil dari berbagai segmen masyarakat, mulai lembaga pemerintahan, partai politik, media massa, organisasi kemahasiswaan, organisasi pelajar, LSM serta Forum RT se Kota Bontang. Ia juga menambahkan bahwa survey dilaksanakan dari tanggal 17 Maret hingga 6 April 2021. Adapun kesimpulan hasil survey secara keseluruhan adalah masyarakat sudah merasa puas.[]
Penulis : Choirun Nisa’
Editor : Rusdi