Pasangan Edi-Rendi mendapatkan perolehan suara sebanyak 200.632. Sedangkan kolom kosong 70.507 suara. Total pengguna hak pilih 278.175, terdiri dari Laki-laki 136.282 orang dan perempuan 141.893 orang. Diketahui, sebanyak 488.055 Daftar Pemilih Tetap (DPT) di Kukar.
Sementara, untuk partisipasi pemilih di Pilkada Kukar 2020 terjun bebas atau menurun dibanding Pilkada 2015. Partisipasi pemilih 2020 ini sebanyak 56,67 persen. Sedangkan partisipasi pemilih tahun 2015 sebanyak 57,09 persen.
“Ya, turun partisipasinya,” kata Nando-sapaan akrab-Erlyando Saputra kepada KoranKaltim.com.
Turun dan tidak tercapainya partisipasi pemilih disebabkan beberapa faktor. Diketahui KPU Kukar menargetkan partisipasi pemilih sebanyak 77,5 persen. Target tersebut sesui dengan target nasional.
Faktor pertama karena pandemi Covid-19. Faktor kedua, ada masyarakat yang bingung soal pengaturan jam di TPS (Tempat Pemungutan Suara) pada 9 Desember lalu. Berbeda Pilkada 2015 lalu, tidak ada pengaturan dan faktor terahir karena hanya diikuti satu paslon.
Sekedar diketahui Pilkada 2015 diikuti empat pasangan calon. Diantaranya, pasangan Rita Widyasari-Edi Damansyah, pasangan Sugianto-Rudi Hartono, pasangan Awang Wahyu-Andi Katanto dan Pasangan Khalid-Abdul Kadir. “Itu faktornya,” sebut Nando lagi.
Kendati partisipasi pemilih belum mencapai target nasional, dengan hasil yang ada, apalagi pilkada dengan satu paslon, jumlah DPT yang besar dan luas wilayah dengan tantangan geografi yang cukup berat. Nando menyebut pertisipasi tersebut relatif baik. “Kami menganggap masih relatif baik tingkat partisipasi kita (KPU),” ujar Nando.
Dalam hal sosialisasi untuk peningkatan partisipasi pemilih, KPU sudah berupaya secara maksimal. Baik menggunakan media, maupun melalu prangkat penyelenggara di lapangan. “Kendala sosialisasi karena KPU kan ada pembatasan jumlah massa untuk berkumpul,” tutup Nando. (*)
Penulis: Sabri
Editor: Aspian Nur