“Kita memiliki 10 ribu penerima beasiswa termasuk di antaranya seribu guru juga akan menerima beasiswa tersebut,”tambahnya. Selanjutnya, panelis Dr. dr. Swandari Paramita mempertanyakan penanggulangan Covid-19 dari sisi anggaran.
“Kalau berbicara Covid-19 ini yang utama. Tentunya komitmen masalah anggaran kiami akan sediakan dalam kebijakanya. Masyarakat Kukar di atas segalanya. Berapapun nilai dibutuhkan pasti kita alokasikan penanganan Covid-19,”jawab Edi.
Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kukar menggelar debat publik pendalaman visi misi calon bupati dan calon wakil bupati (Cabup-Cawabup) Kukar Minggu (29/11/2020) pukul 14.00 WIB. Debat jilid 2 ini, disiarkan langsung di i-News dengan dipandu Loviana Dian sebagai moderator.
Ketua KPU Kukar, Erlyando Saputra mengatakan, ada empat tema yang diangkat dalam debat kedua. Diantaranya, Pemberantasan Korupsi, Pembangunan Sosial dan Budaya, Tranparansi dan Keterbukaan Informasi Publik dan Penanganan Covid-19.
Ada perubahan penelis dalam debat tersebut. Hanya Hairul Anwar yang bertahan sebagai penelis. Keempat wajah baru panelis tersebut, yakni dari akademisi Dr. Zamroni, Dr. Sitti Sahar Inayah. Selanjutnya, Faroq Zamzami, dan Sekretaris IDI Provinsi Kaltim, Dr. dr. Swandari Paramita, M. Kes. Pergantian panelis sendiri, sebut dia menyesuaikan tema debat.
Dalam sambutanya, Nando-sapaan akrab-Erlyando Saputra mengatakan, debat tersebut adalah bagian dari sosialisasi kampanye kepada pasangan calon bupati dan wakil Bupati Kukar. Dengan adanya debat tersebut, masyarakat bisa melihat visi dan misi calon, dan akan menjadi pertimbangan untuk menentukan hak pilih nanti pada 9 Desember mendatang.
“Jadi di Pilkada Kukar hanya ada satu paslon saja. Masyarakat bisa memilih yang bergambar atau memilih kolom kosong,”katanya. Dalam pendalaman visi dan misi ini, Calon Bupati Edi Damansyah terlebih dahulu menyampaikan isi dari visi dan misinya selama 6 menit. Kemudian berlanjut dengan menjawab pertanyaan panelis.[]
Penulis: Sabri
Editor: Rusdi