Komisioner Divisi Teknis KPU Kukar, Nofand Surya Gafilah mengatakan, petugas KPPS telah diberi bimbingan teknis sesuai dengan arahan KPU RI. Terutama soal Aplikasi Si Rekap dan memastikan protokol kesehatan diimplementasikan di TPS saat berlangsungnya pemilihan.
"Jadi protokol kesehatan itu yang utama," kata Nofand dihubungi Korankaltim.com.
Termasuk pada saat pemilihan nanti, jika ditemukan ada salah satu pemilih yang suhu tubuhnya diatas 37 derajat celsius, pemilih tersebut akan menyalurkan suaranya di bilik khusus.
"Kemudian kalau ada yang pingsan, itu petugas memakai hazmat (APD lengkap, Red) mengangkat pemilih tersebut untuk diarahkan ke kotak suara kalau sudah mencoblos," jelasnya.
"Kalau belum mencoblos pun petugas akan menghantarkan pemilih yang pingsan tadi untuk mencoblos," imbuhnya lagi.
Nofand juga membeberkan, ada wacana untuk mengatur jam kedatangan pemilih untuk menghindarkan terjadinya kerumunan dalam PKPU baru.
Jika PKPU tersebut rampung, KPU Kukar akan mempersiapkan segala sesuatunya untuk upaya mengatur kedatangan pemilih.
"Tetapi dengan mengatur kedatangan, pemilih yang datang di luar jam yang diatur tetap kita perbolehkan masuk," ujarnya.
Dengan segala rangkaian upaya mengamankan Pilkada di tengah Pandemi Covid-19 ini, KPU berharap target partisipasi masyarakat sebesar 77,5 persen dapat terpenuhi dan KPU kutai kartanegara siap untuk menjalankan aplikasi Si Rekap.
"Usulnya juga kita memastikan kawan-kawan di kecamatan sudah bersosialisasi dan memastikan bahwa datang ke TPS itu aman," pungkasnya.
Penulis: Reza Fahlevi
Editor : Bambang Irawan