Diantaranya PDIP dan Partai Gerindra masing-masing 7 kursi, PKS 3 kursi, Partai NasDem 2 kursi. Serta PPP dan Perindo masing-masing 1 kursi.
Kalau nantinya PAN 5 kursi diparlemen Kukar juga merapat ke pasangan Edi-Rendi. Total 26 kursi yang akan menyokong pasangan Edi-Rendi. Tersisa 19 kursi.
Untuk diketahui PKB dengan lima kursi diparlemen Kukar mendukung pasangan AYL-Suko. Perlu 4 kursi lagi untuk menyokong pasangan ini.
Tersisa dua partai yang belum menentukan sikap. Ada Partai Golkar 13 kursi dan Hanura 1 kursi.
Untuk dukungan Golkar sendiri ada dua pilihan, antara pasangan Edi-Rendi dan pasangan Abdul Rasid-KH Saefuddin Marsuki (Guru Handil).
Jika Golkar juga menjatuhkan pilihan ke Edi-Rendi, dipastikan Pilkada Kukar adalah calon tunggal.
“Kalau melihat kondisi hari ini, hampir semua partai sudah memberikan rekomnya ke (Edi-Rendi), ini bisa calon tunggal,”kata Pengamat Politik Universitas Kutai Kartanegara (Unikarta), Zulkifli kepada KoranKaltim.com, Minggu (16/8/2020) hari ini.
Kendati demikian, Zul-sapaanya menyebut politik itu dinamis, karena bisa saja akan muncul pasangan baru didetik-detik akhir.
“Selama bulum ditetapkan KPU, semua bisa berubah. PAN aja yang sebulumnya sudah mengeluarkan surat dukungan dalam bentuk B1 masih bisa berubah. Tinggal bagaimana negosiasi para calon dengan elit partai ditingkat pusat,”katanya.
“Kalau petahana (Edi) sudah dalam posisi yang sangat aman. Tinggal sang penantang yang harus bekerja keras,”tambahnya.
Untuk pasangan AYL-Suko, sebut Dekan Fisip Unikarta ini, harus bergerilya lagi untuk mencari partai tambahan PKB. (*)
Penulis: Sabri
Editor: Aspian Nur