Menurut Arita, posisi Rizal sebagai Ketua NasDem Balikpapan tidak serta merta jadi garansi buat dia untuk diusung partai pemilik tiga kursi di parlemen Kota Beriman.
Bagi dia, itu bukan pesimisme, melainkan sikap relistis. Sebab, berkaca pada pengalaman pada Pilkada Balikpapan sebelumnya.
"Dalam politik, Kami tidak bisa mengharapkan dan menentukan. Kami belajar pada Pilkada lalu. Dulunya ketua partai nyatanya tidak (didukung)," papar Arita, Rabu (26/2/2020).
Diketahui, di internal NasDem sendiri mencuat dua nama dalam bursa kandidat calon Wali Kota/Wakil Wali Kota Balikpapan, yakni Ahmad Basir (AHB) dan Arita.
Lantas strategi apa yang dilancarkan Arita untuk memuluskan langkahnya menuju perebutan kursi Balikpapan I dan II?
"Ya easy going saja, tetap kami ikuti dan lakukan secara prosedur, yang memutuskan kan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) partai,"terangnya.
Arita juga terdaftar sebagai salah satu figur yang ikut penjaringan bakal calon Wali Kota/ Wakil Wali Kota Balikpapan di Partai Golkar
"Iya saya kembalikan formulir pendaftaran sebagai bakal calon wakil wali Kota," tutupnya.
Penulis: Sofyan Jufri
Editor: M.Huldi