Saat ditanya wartawan soal niatannya, anggota Komisi II DPRD Kukar itu mengungkapkan keinginan memajukan Kukar.
Dia ingin meneruskan gagasan mantan Bupati Kukar Rita Widyasari. Namun, mantan Ketua KONI Kukar ini mengusung jargon baru, yakni Gerakan Pembangunan Rakyat Bersatu atau disingkat Gerbang Ratu.
"Kita akan meneruskan apa yang menjadi gebrakan Bunda Rita dulu, kita namai dengan Gerbang Ratu," ucap Ria kepada Korankaltim.com.
Dia mengaku siap melepas jabatannya sebagai wakil rakyat di DPRD Kukar jika memang diamanatkan partai untuk maju ke Pilkada 2020.
"Saya ingin maju sebagai bupati atau wakil bupati yang akan membuat Kukar lebih baik ke depan, kalau saya diamanatkan untuk maju sebagai bupati atau wakil bupati saya siap melepas jabatan,"
Saat ini, dirinya masih menyusun peta politik dan melakukan survei-survei secara internal. Dia juga mengaku sudah memperkirakan cost yang diperlukan untuk kepentingan Pilkada 2020 ini sebanyak Rp50 miliar.
Ketua Panitia Penjaringan DPC Gerindra Kukar Josep mengungkapkan, Ria Handayani sebenarnya menggantikan Alif Turiadi sebagai salah satu kader Gerindra yang diusung partai.
Dengan memperoleh tujuh kursi di Kukar, menjadi tolak ukur keberhasilan pada Pilbup 2020 mendatang. Selain itu, wilayah yang menggelar pemilihan kepala daerah wajib mengusung kader di wilayah dengan perolehan suara signifikan sesuai dengan amanah Ketua Umum dan Ketua Dewan Pembina Gerindra Prabowo Subianto dalam Rapimnas di Bogor, belum lama ini.
"Alif masih banyak pertimbangan untuk maju ke Pilbup 2020, faktor persetujuan keluarga," jelasnya.
Penulis: Reza Fahlevi
Editor : M.Huldi